Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang

 

Ilustrasi AI

IKN – Di balik megahnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus menjadi perhatian nasional, terdapat upaya strategis yang mulai menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat lokal: pengembangan kopi Liberika di wilayah penyangga IKN, khususnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam menguatkan ekonomi rakyat sekaligus memopulerkan potensi agrikultur khas Nusantara.

Program komprehensif ini tidak berjalan sendiri, melainkan merupakan wujud kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Bank Indonesia (BI), yang secara intensif mendampingi petani lokal dari mulai pengolahan hingga pemasaran hasil kopi. Sinergi ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk memastikan masyarakat di kawasan penyangga IKN dapat turut merasakan manfaat langsung dari pembangunan ibu kota baru yang berkelanjutan.


Menggarap Potensi Agrikultur: Fokus pada Kopi Liberika

Kopi Liberika adalah varietas kopi yang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan jenis kopi lainnya seperti Arabika atau Robusta. Kopi ini memiliki aroma kuat dengan cita rasa khas yang berbeda, menjadikannya komoditas unik dengan nilai potensi tinggi jika dikelola secara benar. Bahkan, di Kalimantan dan sejumlah wilayah Indonesia, Liberika dikenal sebagai kopi yang tahan terhadap kondisi lahan dan iklim tropis.

Di Sepaku sendiri, kopi Liberika bukanlah tanaman baru. Sejarah mencatat bahwa varietas ini sudah dibudidayakan sejak era transmigrasi pada tahun 1981. Luas area perkebunan kopi di kecamatan tersebut saat ini mencapai sekitar 424 hektare, dengan produksi tahunan yang tercatat sekitar 5,1 ton.

Meski angka produksi sudah tergolong signifikan, tetapi upaya meningkatkan kualitas serta daya saing produk kopi Liberika terus dilakukan melalui pendampingan intensif pihak OIKN dan BI. Fokus utama dari pendampingan ini adalah membantu petani menguasai keterampilan pada proses pascapanen — sebuah tahapan penting yang dapat menentukan nilai akhir produk di pasar.


Pendampingan Intensif dan Kapasitas SDM Petani

Menurut Direktur Ketahanan Pangan OIKN, Setia Lenggono, pengembangan kopi Liberika menjadi prioritas untuk memastikan pembangunan IKN memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Untuk mencapai hal tersebut, OIKN bersama BI tidak hanya menyediakan sarana pertanian, tetapi juga memberikan edukasi dan pelatihan intensif kepada para petani.

“Program ini dirancang agar petani memiliki keterampilan mumpuni dalam menjaga konsistensi kualitas kopi, sehingga produk mereka memiliki nilai tambah,” ujar Setia dalam sebuah pernyataan pers. Fokusnya adalah pada tahapan pascapanen seperti proses pengeringan, sortasi biji, hingga pengemasan yang baik.

Pendampingan semacam ini sangat penting sebab salah satu kendala klasik di sektor agrikultur adalah lemahnya pemahaman standar kualitas hasil panen yang benar. Akibatnya, produk seringkali hanya dijual sebagai bahan mentah tanpa nilai tambah yang berarti. Melalui pelatihan, para petani kini mulai memahami tata cara pengolahan yang sesuai standar, sehingga memungkinkan mereka memperoleh harga jual kompetitif.


Peran Bank Indonesia dalam Mendorong UMKM dan Ketahanan Ekonomi Lokal

Bank Indonesia juga turut memberi dukungan melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berbasis kopi Liberika. Kepala Sekretariat Kerja Kantor Bersama BI, Syachman Perdymer, menyatakan bahwa sinergi ini bertujuan membangun ekosistem pertanian yang profesional dan berkelanjutan.

Menurut Perdymer, pengembangan kopi Liberika di Sepaku menjadi bagian strategis bagi BI dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan yang tengah mengalami transformasi besar akibat hadirnya IKN. Oleh karena itu, dukungan BI juga mencakup aspek pemasaran produk, akses pembiayaan UMKM, hingga jaringan distribusi yang lebih luas.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada penguatan aspek nilai tambah dan daya saing produk kopi di pasar nasional bahkan internasional — sebuah strategi yang jika berhasil akan membuka peluang ekspor dan perluasan bisnis bagi petani lokal.


Optimisme Petani Kopi Sepaku

Para petani lokal menyambut baik intervensi ini. Salah satunya adalah Bagio, seorang petani kopi di Sepaku. Ia mengakui bahwa edukasi mengenai tahapan pengolahan pascapanen membuka wawasan baru bagi dirinya dan rekan-rekannya.

“Sebelumnya kami hanya mengandalkan metode turun-temurun. Sekarang setelah dibimbing, kami bisa mengetahui standar kualitas yang benar dan mulai mengincar harga jual lebih tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ke depan, dengan keterampilan baru tersebut, petani lokal memiliki harapan besar untuk dapat mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional.


Perluasan Planting dan Rencana Produksi

Selain peningkatan kualitas, OIKN juga telah merencanakan perluasan area tanam kopi Liberika secara masif pada tahun 2025. Sebanyak 1.010 pohon kopi Liberika akan ditanam di kawasan perkebunan lokal untuk memperluas skala produksi dan memaksimalkan potensi agrikultur wilayah Sepaku.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menambah jumlah produksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan kopi Liberika sebagai produk unggulan yang mendunia. Dengan pengembangan yang tepat, kopi Liberika memiliki peluang untuk menjadi salah satu ikon produk khas Nusantara yang dikenal luas di pasar global.


Menuju Ekonomi Berkelanjutan di IKN

Upaya pengembangan kopi Liberika di Sepaku menjadi sebuah contoh nyata bagaimana pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara OIKN dan BI di bidang pertanian ini menjadi bukti bahwa masa depan IKN dirancang untuk tumbuh bersama masyarakat lokal — bukan sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga pusat inovasi ekonomi rakyat.

Potensi kopi Liberika sebagai komoditas unggulan tidak hanya memiliki manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang patut dibanggakan. Dengan peningkatan kualitas, pemasaran yang efektif, dan dukungan penuh dari berbagai pihak, masa depan kopi Liberika di Nusantara tampak semakin cerah.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
  • Aroma Kopi Liberika di Jantung Nusantara: Sinergi OIKN dan BI Dorong Ekonomi Petani Sepaku Berkembang
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad