Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027

 

Ilustrasi AI

IKN, 1 Januari 2026 – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tepat pada akhir Desember 2027. Pernyataan tersebut disampaikan Gibran usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu, 31 Desember 2025, sehari sebelum pergantian tahun.

"Pembangunan kompleks kawasan legislatif dan yudikatif sudah dimulai pada awal Desember 2025. Kami targetkan rampung Desember 2027 agar seluruh fungsi kelembagaan negara dapat berjalan efektif dan mendukung proses pengambilan keputusan kenegaraan di ibu kota baru," ujar Gibran dalam keterangan resmi yang diterima awak media di Jakarta.

Kunjungan Wakil Presiden ke Penajam Paser Utara ini menjadi salah satu agenda penutup tahun 2025 yang paling strategis. Gibran didampingi langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan betapa seriusnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal kelanjutan proyek strategis nasional ini.

Target penyelesaian Desember 2027 sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Perpres tersebut secara tegas menetapkan bahwa pada tahun 2028, Nusantara resmi menjadi Ibu Kota Politik Indonesia. Artinya, seluruh fungsi legislatif, yudikatif, dan eksekutif diharapkan sudah dapat beroperasi penuh di IKN pada tahun tersebut.


Kawasan Yudikatif: Desain Filosofis dan Kapasitas Besar

Salah satu sorotan utama dalam peninjauan tersebut adalah kawasan yudikatif yang mencakup tiga gedung penting: Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), serta Komisi Yudisial (KY).

Direktur Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Cakra Negara, menjelaskan bahwa setiap gedung dirancang dengan filosofi yang sangat kental dengan nilai-nilai keadilan dan budaya Indonesia. Gedung Mahkamah Agung dibangun dengan empat pilar utama yang melambangkan empat lingkungan peradilan di Indonesia, yaitu peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara.

Sementara itu, gedung Mahkamah Konstitusi memiliki sembilan pilar yang merepresentasikan nilai spiritual serta sinergi kolektif para hakim konstitusi. Sedangkan gedung Komisi Yudisial dirancang dengan tujuh pilar yang mencerminkan peran pengawasan terhadap integritas hakim agung di seluruh Indonesia.

"Kapasitas ruang sidang di kawasan yudikatif ini sangat bervariasi, mulai dari ruang sidang kecil berkapasitas 60 orang hingga ruang sidang besar yang mampu menampung hingga 800 orang," terang Cakra Negara saat mendampingi peninjauan.

Desain tersebut tidak hanya berfokus pada fungsi teknis, tetapi juga mengintegrasikan elemen arsitektur modern yang ramah lingkungan, sesuai dengan visi IKN sebagai kota hutan berkelanjutan (forest city). Material bangunan menggunakan kombinasi beton ramah lingkungan, kayu lokal bersertifikat, serta sistem pendingin alami untuk mengurangi konsumsi energi.


Kawasan Legislatif: Menghidupkan Kedaulatan Rakyat

Tak kalah penting, kawasan legislatif dirancang sebagai jantung demokrasi Indonesia di masa depan. Salah satu elemen paling menonjol adalah Plaza Demokrasi, sebuah ruang terbuka publik seluas beberapa hektare yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat. Konsep ini diharapkan memperkuat prinsip kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Gedung sidang paripurna di kawasan legislatif memiliki kapasitas hingga 1.500 kursi, angka yang jauh lebih besar dibandingkan gedung DPR/MPR saat ini di Jakarta. Menurut Cakra Negara, kapasitas tersebut sengaja dibuat besar untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan jumlah anggota legislatif di masa mendatang seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kompleksitas permasalahan nasional.

Selain ruang sidang paripurna, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk:

  • Ruang sidang komisi yang dapat menampung ratusan orang sekaligus
  • Ruang sidang kecil untuk rapat fraksi dan pansus
  • Pusat media dan ruang konferensi pers
  • Area parkir bawah tanah untuk mengurangi dampak lingkungan
  • Sistem keamanan terintegrasi berbasis teknologi terkini

Semua fasilitas tersebut dirancang dengan prinsip aksesibilitas universal, sehingga dapat digunakan oleh penyandang disabilitas serta masyarakat dari berbagai kalangan.


Kunjungan Penutup Tahun yang Bermakna

Peninjauan yang dilakukan Wakil Presiden Gibran pada 31 Desember 2025 juga memiliki makna simbolis tersendiri. Di tengah suasana pergantian tahun, Gibran ingin menunjukkan bahwa proyek IKN bukan sekadar janji politik, melainkan pekerjaan nyata yang terus berjalan meski di akhir tahun anggaran.

Selain kawasan legislatif dan yudikatif, dalam kunjungan yang sama Gibran juga sempat melihat perkembangan infrastruktur pendukung lainnya, seperti jalan akses utama, sistem penyediaan air bersih, serta kawasan permukiman ASN dan Hankam yang sedang dibangun secara bertahap.

"Proyek ini bukan hanya soal memindahkan gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga membangun ekosistem baru yang lebih adil, lebih merata, dan lebih berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Gibran.

Dengan target penyelesaian Desember 2027, pemerintah memiliki waktu kurang dari dua tahun untuk menyelesaikan konstruksi dua kawasan krusial tersebut. Meski progres konstruksi dilaporkan berjalan sesuai jadwal, tantangan tetap ada, terutama terkait logistik material di wilayah Kalimantan Timur yang masih bergantung pada jalur laut dan darat.

Namun demikian, optimisme terlihat kuat di kalangan pejabat Otorita IKN. Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa seluruh paket pekerjaan sudah terkontrak dan sebagian besar kontraktor utama merupakan perusahaan nasional yang berpengalaman menangani proyek skala besar.

Bagi masyarakat luas, terutama generasi muda, kelahiran kawasan legislatif dan yudikatif di IKN diharapkan menjadi simbol baru demokrasi Indonesia yang lebih inklusif, transparan, dan dekat dengan rakyat. Ketika pada tahun 2028 nanti gedung-gedung tersebut mulai beroperasi penuh, Indonesia akan memasuki babak baru dalam sejarah tata kelola negara—dari ibu kota yang terpusat di Pulau Jawa menuju ibu kota yang benar-benar mewakili kebhinekaan Nusantara.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada akhir 2025 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintahan saat ini tidak hanya melanjutkan, tetapi juga mempercepat dan menyempurnakan visi besar Ibu Kota Nusantara demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
  • Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi, Targetkan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Selesai Desember 2027
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad