Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan

 

Ilustrasi AI

Kalimantan Timur, 16 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara resmi menyelesaikan pembangunan infrastruktur internet gratis di 802 desa/kelurahan sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam upaya pemerataan akses digital di wilayah yang luas dan berbukit, sekaligus mendukung transformasi digital menuju masyarakat berbasis pengetahuan di era Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, mengumumkan penyelesaian proyek tersebut pada Rabu (14/1/2026). “Alhamdulillah, target 802 desa/kelurahan sudah terpenuhi 100 persen. Semua titik sudah terkoneksi dengan jaringan internet gratis yang disediakan pemerintah provinsi,” ujar Faisal.

Program ini dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta kolaborasi dengan penyedia layanan telekomunikasi nasional. Total anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah, dengan fokus utama pada desa-desa terpencil di kabupaten penyangga IKN seperti Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kartanegara, serta daerah pedalaman seperti Mahakam Ulu dan Berau.


Rincian Cakupan dan Manfaat Nyata

Dari 802 lokasi yang telah dijangkau:

  • 512 desa di wilayah pesisir dan dataran rendah
  • 210 desa di kawasan perbukitan dan hutan
  • 80 desa di wilayah terpencil dan berbatasan langsung dengan IKN

Setiap titik dilengkapi dengan perangkat akses Wi-Fi publik berkecepatan minimal 20–50 Mbps, dengan kuota unlimited untuk penggunaan pendidikan, administrasi desa, dan pelayanan publik. Fasilitas ini ditempatkan di balai desa, sekolah, puskesmas, atau titik strategis lainnya agar mudah diakses warga.

Muhammad Faisal menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pemasangan tower, melainkan ekosistem lengkap yang mencakup:

  • Pembangunan tower BTS baru
  • Penyediaan fiber optic backbone di jalur utama
  • Instalasi repeater dan extender di daerah sulit sinyal
  • Pelatihan pengelolaan jaringan bagi aparatur desa dan pemuda setempat

“Dengan internet ini, anak-anak sekolah bisa belajar daring tanpa hambatan, petani dan nelayan bisa mengakses informasi harga pasar secara real-time, serta pelaku UMKM mulai go digital dengan lebih mudah,” tambahnya.


Dampak Langsung bagi Masyarakat Pedesaan

Beberapa cerita sukses sudah mulai terdengar dari lapangan:

  • Di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara—salah satu desa terdampak banjir awal Januari 2026—warga kini bisa melaporkan kondisi banjir secara cepat melalui grup WhatsApp desa dan aplikasi Siaga Bencana.
  • Di Desa Long Apari, Mahakam Ulu, siswa SMA yang sebelumnya harus turun gunung untuk mengakses internet kini bisa mengikuti kelas daring dan ujian nasional tanpa meninggalkan kampung.
  • Pelaku usaha kecil di Desa Batu Ampar, Kutai Kartanegara, melaporkan peningkatan penjualan online hingga 40% setelah terhubung dengan jaringan stabil.

Program ini juga mendukung visi pemerintah pusat dalam percepatan transformasi digital nasional, terutama di wilayah penyangga IKN. Dengan konektivitas yang merata, diharapkan akan mempermudah koordinasi antara pemerintahan daerah dan Otorita IKN, serta menarik minat investor untuk membuka peluang usaha di pedesaan.

Meski target 2025 telah tercapai, Pemprov Kaltim menyadari masih ada tantangan besar:

  • Pemeliharaan jaringan di daerah rawan bencana alam (banjir, longsor, karhutla)
  • Biaya operasional dan listrik yang tinggi di lokasi terpencil
  • Kebutuhan peningkatan kecepatan menuju 100 Mbps di masa mendatang

Untuk mengatasi hal tersebut, Diskominfo Kaltim berencana mengalokasikan anggaran pemeliharaan khusus pada APBD 2026 serta mengajak kolaborasi lebih luas dengan operator seluler dan perusahaan swasta. Selain itu, program literasi digital akan diperkuat agar masyarakat tidak hanya mendapatkan akses, tapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif.

Penyelesaian sambungan internet gratis di 802 desa ini bukan akhir, melainkan awal dari era baru konektivitas di Kalimantan Timur. Di tengah pembangunan IKN yang terus menjadi sorotan nasional, program ini mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kawasan inti, melainkan harus menjangkau hingga pelosok desa.

Seperti dikatakan Gubernur Kaltim Isran Noor dalam berbagai kesempatan, “Kita tidak ingin IKN menjadi kota megah yang dikelilingi desa-desa tertinggal. Internet adalah jembatan untuk memastikan semua warga Kaltim merasakan manfaat pembangunan.”

Dengan capaian ini, Kaltim semakin dekat untuk menjadi provinsi yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya akses informasi dan peluang di era digital.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
  • Pemprov Kaltim Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 802 Desa: Akses Digital Merata untuk Pedesaan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad