Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh

 

Ilustrasi AI

Kalimantan Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di kawasan Kalimantan. Berdasarkan data terbaru sektor pertanian, produksi padi di provinsi ini mencapai sekitar 1,2 juta ton, tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian Kalsel terus bergerak positif di tengah berbagai tantangan, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah dan regional.

Pencapaian ini diumumkan dalam momentum Panen Raya Padi yang digelar serentak secara nasional dan diikuti langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. Di lokasi tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin hadir langsung dan memimpin prosesi panen padi secara simbolis di areal persawahan seluas sekitar 10 hektare.

Gubernur H Muhidin menyampaikan bahwa capaian produksi padi Kalimantan Selatan merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan lintas sektor. Ia menyebutkan, total produksi padi Kalsel pada 2025 tercatat sekitar 1.183.000 ton atau dibulatkan menjadi 1,2 juta ton. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan produksi mendekati 15 persen.

Menurutnya, lonjakan produksi ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan beras di Kalimantan Selatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pasokan pangan di wilayah Kalimantan secara keseluruhan. Dengan surplus beras yang cukup besar, Kalimantan Selatan mampu menopang kebutuhan daerah lain, termasuk Kalimantan Tengah, sehingga peran Kalsel sebagai penyangga pangan regional semakin strategis.

Selain unggul dalam jumlah produksi, Kalimantan Selatan juga mencatat prestasi dari sisi pengelolaan ketahanan pangan. Secara nasional, produksi padi Kalsel memang berada di peringkat sepuluh besar, namun dalam indeks ketahanan pangan, provinsi ini justru berhasil menempati peringkat tiga nasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kalsel tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada aspek distribusi, keterjangkauan, dan stabilitas pangan di masyarakat.

Gubernur Muhidin menilai, keberhasilan ini merupakan hasil dari kebijakan pertanian yang konsisten serta pemanfaatan potensi lahan secara optimal. Kalimantan Selatan memiliki karakteristik lahan rawa dan pasang surut yang luas, dan dalam beberapa tahun terakhir lahan tersebut mulai dioptimalkan melalui program peningkatan indeks tanam dan pengelolaan air yang lebih baik.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengakui bahwa perjalanan menuju capaian tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Sejumlah wilayah pertanian sempat menghadapi gangguan hama, cuaca ekstrem, hingga genangan air yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi. Namun berkat pendampingan intensif kepada petani serta penerapan teknologi dan pola tanam yang lebih adaptif, dampak tersebut dapat ditekan.

Syamsir menambahkan bahwa peningkatan produksi padi juga dipengaruhi oleh perbaikan sarana dan prasarana pertanian, termasuk irigasi, akses pupuk, serta alat dan mesin pertanian. Pemerintah provinsi terus mendorong efisiensi produksi agar hasil panen petani tetap optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan panen raya tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang. Untuk 2026, Pemprov Kalsel menargetkan produksi padi dapat meningkat hingga 1,3 juta ton. Target tersebut akan dicapai melalui perluasan lahan tanam, optimalisasi sawah rawa, serta peningkatan indeks pertanaman di sejumlah sentra produksi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyalurkan bantuan sektor pertanian yang bersumber dari APBD. Bantuan tersebut mencakup dukungan pengelolaan tanaman pangan dan hortikultura, serta subsidi pupuk dengan total mencapai lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala. Nilai bantuan yang disalurkan mencapai hampir Rp2,5 miliar dan diharapkan dapat meringankan beban produksi petani.

Gubernur Muhidin menekankan bahwa perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya sebatas mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan, sehingga perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan agar sektor pertanian tetap menarik dan mampu memberikan penghidupan yang layak.

Panen raya tersebut juga terhubung secara daring dengan Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menjaga dan meningkatkan produksi pangan. Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar pencapaian sementara, melainkan harus menjadi komitmen jangka panjang. Ia juga mendorong daerah untuk terus mengembangkan komoditas pangan lain selain padi, seperti jagung, singkong, dan komoditas protein.

Melalui capaian produksi padi tertinggi di Kalimantan ini, Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung penting pembangunan daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, Kalsel optimistis dapat terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.

Also Read
Tag:
Latest News
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
  • Kalsel Melesat Jadi Jawara Padi di Kalimantan: Produksi Capai 1,2 Juta Ton dan Ketahanan Pangan Makin Kokoh
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad