Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung

 

Yogyakarta, 15 Desember 2025 – Acara tahunan "Dayak Nite" kembali memukau ratusan penonton pada Sabtu, 14 Desember 2025. Diselenggarakan oleh Komunitas Pakat Dayak Universitas Sanata Dharma, festival budaya ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang penting untuk pelestarian warisan budaya Dayak serta penguatan kesadaran generasi muda terhadap kelestarian alam tanah Borneo.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengenalan nilai-nilai luhur masyarakat, Komunitas Pakat Dayak Universitas Sanata Dharma kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan festival budaya, yaitu “Dayak Nite”. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, edukasi publik, serta penguatan identitas melalui keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya nusantara.

Dayak Nite tahun 2025 mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Leluhur demi Kelestarian Alam dan Warisan Budaya” dengan judul drama utama “Belian Tanah Kalimantan”. Tema ini mencerminkan semangat kuat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Dayak yang mulai memudar di era modern, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan leluhur dan kelestarian alam. Kata “Belian” sendiri kaya makna: ia merujuk pada tokoh utama yang mewakili pemuda Dayak, nama kayu kuat khas Kalimantan yang melambangkan ketahanan, simbol penyembuhan dalam tradisi spiritual Dayak, serta panggilan untuk menjadi pelindung warisan budaya dan alam.

Drama musikal utama “Belian Tanah Kalimantan” menceritakan kisah seorang pemuda bernama Balian, yang lahir dan tumbuh dewasa di tengah hutan tropis Borneo yang masih hijau dan penuh misteri. Dalam perjalanan hidupnya, Balian bertemu dan jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik bernama Dayank. Cinta mereka yang penuh harapan tiba-tiba diuji ketika ayah Balian meninggal dunia, meninggalkan pesan terakhir yang sangat mendalam: menjaga hutan dan alam sebagai warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Tragedi semakin memuncak ketika muncul pertikaian sengit antara kampung Balian dan kampung tetangga—yang ternyata adalah kampung asal Dayank. Konflik antar komunitas ini tidak hanya mengancam hubungan cinta mereka, tetapi juga menjadi cermin nyata tentang bahaya perpecahan dan pentingnya menjaga harmoni antar masyarakat. Melalui alur cerita yang emosional dan penuh makna, drama ini berhasil menyampaikan pesan mendalam tentang persatuan, saling menghormati, serta tanggung jawab kolektif dalam melindungi lingkungan.

"Drama ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan pengingat kuat bahwa hutan adalah sumber kehidupan kita semua. Pesan dari ayah Balian untuk terus menjaga alam sangat relevan di tengah maraknya isu deforestasi, perambahan lahan, dan perubahan iklim yang kian nyata saat ini," ujar salah seorang panitia acara dengan penuh semangat.

Suasana malam semakin meriah dengan rangkaian penampilan seni yang memukau. Kelompok Kacapi Tingang berhasil mencuri perhatian penonton melalui alunan musik kecapi—alat musik petik tradisional Dayak yang menghasilkan suara indah dan menyejukkan jiwa. Kecapi sering dikaitkan dengan burung tingang (enggang), simbol sakral bagi suku Dayak yang melambangkan keagungan, kebijaksanaan, dan hubungan spiritual dengan alam.

Tak kalah mempesona, Himpunan Mahasiswa Kalimantan Timur (HPMKT) tampil dengan tarian-tarian energik khas Borneo yang penuh semangat dan kekuatan. Sementara itu, kelompok tari Bedayong asal Ketapang, Kalimantan Barat, mempersembahkan gerakan anggun yang sarat makna filosofis, memperkaya nuansa budaya Dayak dari berbagai wilayah di Pulau Kalimantan. Kombinasi drama, musik tradisional, dan tarian ini menciptakan harmoni sempurna yang membuat penonton terhanyut dalam keindahan budaya Borneo.

Acara Dayak Nite tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi mahasiswa perantauan Dayak untuk terus melestarikan identitas budaya mereka di tengah kehidupan perkotaan yang serba modern. Banyak penonton yang hadir menyampaikan rasa bangga dan haru. "Kami bangga bisa menyaksikan kekayaan Kalimantan ditampilkan begitu apik melalui drama, musik, dan tari. Semoga generasi muda terus menjaga dan mengembangkan warisan ini," tutur salah seorang penonton dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ini telah dirancang secara matang untuk menjadi ruang edukasi, ekspresi seni, serta kolaborasi lintas komunitas dalam menumbuhkan semangat mencintai budaya lokal. Melalui Dayak Nite, Pakat Dayak berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia untuk lebih peduli terhadap akar budaya dan lingkungan.

Keberhasilan Dayak Nite 2025 meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Acara ini berhasil mengajak masyarakat luas untuk lebih mencintai alam tanah Borneo serta menghargai kekayaan warisan budaya Dayak yang begitu berharga. Panitia dan seluruh komunitas Pakat Dayak berharap, tahun depan festival ini dapat kembali hadir dengan tema yang lebih segar, inovatif, dan semakin meluas jangkauannya.

Dengan semangat “Menghidupkan Semangat Leluhur”, Dayak Nite sekali lagi membuktikan bahwa budaya bukanlah sesuatu yang statis, melainkan warisan hidup yang terus harus dijaga, dihidupkan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelestarian budaya serta alam Indonesia.

 

Also Read
Latest News
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
  • Dayak Nite 2025 Sukses Digelar: Drama Budaya Dayak Angkat Pesan Pelestarian Alam dan Harmoni Antar Kampung
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad