![]() |
| Ilustrasi AI |
Kalimantan Tengah – Program Sekolah Unggulan Garuda,
inisiatif ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas
melalui pendidikan berkualitas tinggi di pelosok Indonesia, kini mendapat
sambutan hangat dari berbagai pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah.
Khususnya di Kabupaten Katingan, program ini dianggap sebagai etalase
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah, dengan dukungan bulat
dari legislatif, eksekutif, hingga akademisi.
Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah,
Teras Narang, menegaskan bahwa Katingan adalaah lokasi paling representatif
untuk pembangunan sekolah unggulan ini. “Sebagai anggota DPD RI, Wakil Daerah
Kalimantan Tengah, saya melihat Kabupaten Katingan sebagai salah satu tempat
yang amat sangat representatif untuk pembangunan sekolah unggulan Garuda yang
merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini,” ujar Teras Narang pada
Selasa (11/11/2025) saat kunjungan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi (Kemdiktisaintek).
Teras, yang dikenal sebagai mantan Gubernur Kalteng periode
2005-2015 dan tokoh peduli pendidikan serta kesehatan daerah, menyoroti posisi
strategis Katingan sebagai “etalase” provinsi. Wilayah ini berada di pusat
geografis Kalimantan Tengah, dekat dengan Palangka Raya sebagai ibu kota
provinsi, serta berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat. “Seperti besi
berani, ini akan menarik berbagai potensi pengembangan daerah juga karena
letaknya yang strategis,” jelasnya, menganalogikan sekolah ini sebagai magnet
pembangunan.
Lebih lanjut, Teras menekankan bahwa pendidikan bukanlah isu
jangka pendek atau menengah, melainkan investasi jangka panjang untuk masa
depan Kalteng. “Maka saya sangat berharap Menteri dan Wakil Menteri, yang juga
telah turun meninjau, untuk dapat segera mengambil keputusan dan
menyelenggarakan pembangunan sekolah yang merupakan bagian dari Asta Cita
Presiden tersebut,” tandasnya. Ia juga mengingatkan peran pemerintah daerah,
DPRD, serta tokoh masyarakat untuk terus mendorong realisasi program ini.
Sekolah Unggulan Garuda sendiri merupakan program prioritas
pemerintahan Prabowo yang difokuskan pada siswa berprestasi di atas rata-rata,
dengan kurikulum berstandar global berbasis STEM (Science, Technology,
Engineering, Mathematics). Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) 2025,
program ini menargetkan pembangunan 20 sekolah baru dan transformasi 20 SMA/MA
existing menjadi unggulan hingga 2029, tersebar di hampir setiap provinsi untuk
pemerataan akses pendidikan berkualitas. Di Kalimantan Tengah, Katingan menjadi
kandidat kuat karena potensinya sebagai pusat pendidikan regional yang bisa
menjangkau daerah terpencil seperti Barito Selatan, Gunung Mas, dan Sukamara.
Pemkab Katingan, sebagai inisiator pertemuan di kementerian,
menunjukkan itikad baik dengan menyiapkan lahan seluas 26 hektar di kawasan
strategis perkantoran kabupaten. “Kedatangan kami di kementerian untuk
memperkuat harapan kami agar Kabupaten Katingan diberi kepercayaan untuk
pembangunan sekolah unggulan Garuda ini,” ujar Bupati Katingan, Saiful, dalam
pertemuan yang dihadiri rombongan lengkap.
Saiful menegaskan komitmen penuh Pemkab untuk mensukseskan
agenda nasional ini. “Kami siapkan lahan 26 hektar di lokasi premium, dekat
pusat pemerintahan dan akses transportasi utama. Ini bukti keseriusan kami,”
tambahnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran Teras Narang yang memperkuat argumen
daerah di mata kementerian. “Dukungan Pak Teras sangat berarti. Bersama, kami
yakin Katingan bisa jadi pionir Sekolah Garuda di Kalteng.”
Antusiasme tidak hanya dari pemerintah daerah. Wakil Rektor
Universitas Palangka Raya (UPR), Darmae Nasir, turut menyuarakan dukungannya.
UPR memiliki lahan di sekitar area yang disiapkan Pemkab, membuka peluang
kolaborasi luas. “Ini memberi nilai tambah besar. UPR siap bermitra dalam
riset, magang siswa, hingga program beasiswa bersama. Bayangkan, siswa Garuda
bisa akses laboratorium UPR untuk proyek sains tingkat dunia,” ujar Darmae
penuh semangat.
Dari pihak kementerian, Direktur Jenderal Sains dan
Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mencatat semua keunggulan
Katingan. “Jadi berbagai hal terkait dengan lokasi, saya kira sangat mendukung
untuk pembangunan sekolah Garuda. Awalnya kita akan menyampaikan beberapa hal
ini (keunggulan Katingan), untuk kita segera memutuskan bersama,” katanya.
Najib yakin dengan keseriusan Pemkab, Katingan bisa menjadi salah satu dari 20
sekolah baru yang direncanakan mulai beroperasi 2026/2027.
Pertemuan Selasa lalu menjadi momentum krusial. Rombongan
Katingan, dipimpin Bupati Saiful dan didampingi Teras Narang serta perwakilan
UPR, menyampaikan proposal lengkap termasuk masterplan lahan dan visi
kolaborasi. “Kami bukan hanya minta sekolah, tapi ekosistem pendidikan
holistik: dari kurikulum Garuda hingga linkage dengan industri lokal seperti
pertanian berkelanjutan dan ekowisata Dayak,” jelas Saiful.
Teras Narang menambahkan bahwa program ini selaras dengan
Asta Cita Prabowo, khususnya pilar pendidikan untuk SDM unggul. “Kalteng butuh
bibit unggul seperti ini. Siswa Katingan yang pintar bisa bersaing dengan anak
Jakarta atau Surabaya, tapi tetap berakar pada kearifan lokal,” tuturnya.
Dukungan masyarakat Katingan pun membuncah. Tokoh adat Dayak
Ngaju, yang mendominasi wilayah ini, melihat sekolah ini sebagai jembatan
modernisasi tanpa kehilangan identitas. “Anak-anak kami akan belajar sains
global, tapi tetap hafal pantun Dayak dan adat tiwah,” kata salah satu tetua
adat di Kasongan.
Dengan lahan 26 hektar siap pakai, posisi strategis, dan
kolaborasi UPR, Katingan unggul dibanding kandidat lain di Kalteng. Najib
Burhani menjanjikan keputusan cepat: “Dalam sebulan, kami finalisasi. Katingan
punya semua elemen sukses.”
Realisasi Sekolah Garuda di Katingan bukan mimpi lagi. Ini
menjadi simbol harapan: dari pelosok Kalimantan, lahir generasi Garuda yang
siap terbang tinggi, membawa Kalteng ke panggung dunia. Dukungan Teras Narang
dan Pemkab menjadi kunci, membuktikan bahwa program Prabowo bukan wacana, tapi
aksi nyata untuk pendidikan inklusif dan berkualitas.







