![]() |
| Ilustrasi AI |
Nusantara, 1 September 2025 — Proyek pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN) kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kali ini,
giliran Kazakhstan yang menunjukkan minat serius untuk berinvestasi di kota
masa depan Indonesia tersebut. Sebanyak 15 calon investor dari negara Asia
Tengah itu melakukan kunjungan resmi ke IKN dan menyampaikan ketertarikan
mereka terhadap berbagai sektor pembangunan. Lima di antaranya bahkan telah
menandatangani komitmen awal investasi melalui Letter of Intent (LoI), menandai
langkah konkret menuju kerja sama bilateral yang lebih erat.
Kunjungan para investor Kazakhstan ini berlangsung secara
hybrid pada Kamis, 28 Agustus 2025, dan dipimpin langsung oleh Duta Besar
Republik Indonesia untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman. Dalam pertemuan
tersebut, para investor menyampaikan minat mereka terhadap sektor-sektor
strategis di IKN, termasuk konstruksi, transportasi, teknologi informasi,
kecerdasan buatan, dan solusi kota pintar. Pertemuan ini menjadi bagian dari
rangkaian diplomasi ekonomi yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk
memperluas jejaring investasi global di IKN.
Dubes Fadjroel menegaskan bahwa kerja sama antara
Indonesia dan Kazakhstan memiliki fondasi yang kuat, terutama sejak
penandatanganan nota kesepahaman Sister City antara IKN dan Astana pada tahun
2023. Astana, ibu kota Kazakhstan yang telah bertransformasi menjadi kota
modern dalam waktu kurang dari tiga dekade, menjadi model inspiratif bagi
pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hijau, cerdas, dan berkelanjutan.
“Sister City antara Astana dan IKN bukan hanya simbol
kerja sama, tetapi juga platform nyata untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan
visi pembangunan kota masa depan,” ujar Fadjroel dalam sambutannya.
Dari 15 investor yang hadir, lima perusahaan menyatakan
komitmen awal mereka melalui penandatanganan LoI. Salah satu perusahaan yang
paling menonjol adalah BI Group, perusahaan konstruksi multinasional terbesar
di Kazakhstan. BI Group telah lebih dulu menandatangani Memorandum of
Understanding (MoU) dengan Otorita IKN, menunjukkan keseriusan mereka dalam
berpartisipasi langsung dalam pembangunan fisik kota baru Indonesia.
Selain BI Group, Sergek Group juga menyampaikan minat
kuat untuk berinvestasi di sektor teknologi dan transportasi cerdas. Executive
Advisory Sergek Group, Dalbir Singh, menyampaikan secara langsung keinginannya
untuk melakukan pembahasan lebih lanjut secara tatap muka. Ia menekankan
pentingnya dialog intensif agar komitmen investasi dapat segera diwujudkan
dalam bentuk proyek konkret.
“Kami berharap bisa mendapat waktu khusus untuk membahas
lebih lanjut secara one-on-one terkait komitmen investasi kami,” ujar Dalbir
Singh.
Direktur Investasi Otorita IKN, Lazuardi Nasution,
menyambut baik minat para investor Kazakhstan. Ia menyampaikan bahwa IKN
menawarkan berbagai insentif dan kemudahan berusaha bagi investor, baik dari
dalam maupun luar negeri. Menurutnya, IKN bukan hanya pusat pemerintahan baru,
tetapi juga ekosistem investasi global yang dinamis dan terbuka.
“Ini menjadi peluang besar bagi para investor untuk
mengambil peran dan berkontribusi dalam pembangunan kota masa depan Indonesia,”
jelas Lazuardi.
Minat investor terhadap IKN terus meningkat seiring
dengan lonjakan jumlah kunjungan ke kawasan tersebut. Berdasarkan data Otorita
IKN, tercatat lebih dari 495.000 kunjungan ke IKN sejak September 2024 hingga
Juni 2025. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik dan dunia
usaha terhadap proyek strategis nasional yang digagas oleh pemerintah
Indonesia.
Pemerintah juga terus memperkuat regulasi dan kepastian
hukum bagi para investor. Salah satu kebijakan yang menarik perhatian adalah
pemberian Hak Guna Bangunan (HGB) hingga 160 tahun bagi investor yang
berkomitmen membangun di IKN. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk jaminan
investasi jangka panjang yang memberikan kepastian dan stabilitas bagi pelaku
usaha.
Dengan semakin masifnya keterlibatan investor
internasional, IKN diproyeksikan menjadi magnet investasi global. Pemerintah
berharap bahwa kehadiran investor dari Kazakhstan akan membuka jalan bagi kerja
sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang teknologi, pendidikan, energi
terbarukan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan delegasi Kazakhstan juga menjadi momentum
diplomatik yang memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan.
Selain aspek ekonomi, kerja sama ini diharapkan dapat mempererat hubungan
budaya dan sosial antara masyarakat kedua negara. Pemerintah Indonesia melihat
potensi besar dalam menjadikan IKN sebagai pusat pertukaran pengetahuan dan
inovasi antarbangsa.
IKN dirancang sebagai kota cerdas, hijau, dan
berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi tinggi dengan prinsip pembangunan
ramah lingkungan. Konsep ini sejalan dengan visi pembangunan Astana yang telah
lebih dulu menerapkan sistem kota pintar dan efisiensi energi. Dengan adanya
kerja sama Sister City, Indonesia berharap dapat mengadopsi praktik terbaik
dari Astana dalam membangun IKN.
Otorita IKN menyatakan bahwa pihaknya akan terus membuka
ruang bagi investor dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan
IKN. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan
kota masa depan yang inklusif dan berdaya saing. Pemerintah juga berkomitmen
untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses investasi,
guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan lima investor Kazakhstan yang telah menandatangani
komitmen awal, langkah menuju realisasi investasi semakin nyata. Pemerintah
optimistis bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proyek-proyek strategis yang
memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional. IKN bukan hanya simbol
pemindahan ibu kota, tetapi juga representasi dari transformasi Indonesia
menuju negara maju.
Melalui kolaborasi internasional, IKN diharapkan menjadi
pusat inovasi, keberlanjutan, dan kemajuan ekonomi yang mencerminkan cita-cita
Indonesia Emas 2045. Pemerintah Indonesia terus mengundang investor dari
berbagai belahan dunia untuk bergabung dalam pembangunan IKN, dengan harapan
bahwa kota ini akan menjadi contoh sukses pembangunan kota baru yang modern,
inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan dari investor Kazakhstan dan
negara-negara lainnya, IKN melangkah semakin mantap menuju masa depan. Kota ini
bukan hanya akan menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan
ekonomi, inovasi teknologi, dan kolaborasi global. Pemerintah Indonesia percaya
bahwa dengan semangat gotong royong dan kerja sama internasional, IKN akan
menjadi warisan pembangunan yang membanggakan bagi generasi mendatang.







