![]() |
| Ilustrasi AI |
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menjadi
proyek ambisius dalam membangun infrastruktur modern, tetapi juga menjadi
panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan peran aktif mereka dalam
mewujudkan visi kota berkelanjutan. Salah satu wujud nyata dari keterlibatan
ini adalah inisiatif Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia,
sebuah komunitas pemuda yang berfokus pada pemberdayaan dan inovasi sosial.
Pada Jumat, 26 September 2025, sebanyak 13 delegasi AYS Indonesia melakukan kunjungan
silaturahmi ke Otorita IKN di Balai Kota Otorita IKN, yang disambut langsung
oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Pertemuan ini menjadi simbol
kolaborasi generasi muda dalam mendukung pembangunan IKN sebagai “Ibu Kota
untuk Semua,” dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan penguatan produk
lokal.
AYS Indonesia, yang telah diakui oleh Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora) sebagai komunitas pemberdayaan pemuda, menunjukkan
komitmen kuat untuk mendukung visi pembangunan berkelanjutan di IKN. Salah satu
fokus utama mereka adalah mempromosikan produk lokal Kalimantan Timur,
khususnya kopi liberika, sebagai ikon ekonomi daerah. Kopi liberika, yang
memiliki karakteristik unik dan cita rasa khas, dianggap memiliki potensi besar
untuk menjadi produk unggulan yang tidak hanya mendukung perekonomian lokal,
tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Kaltim ke kancah nasional bahkan
internasional. Melalui pendekatan ini, AYS Indonesia ingin memastikan bahwa
pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga
memberdayakan masyarakat lokal melalui produk-produk unggulan mereka.
Selain promosi produk lokal, AYS Indonesia juga melaksanakan
serangkaian kegiatan sosial yang sejalan dengan agenda Kaltimtara Beraksi #1.
Salah satu inisiatif mereka adalah penyaluran hibah buku untuk SDN 020 Sepaku,
sebuah langkah sederhana namun bermakna untuk meningkatkan akses pendidikan
bagi anak-anak di sekitar kawasan IKN. Selain itu, mereka menggelar kegiatan
lingkungan bersama Karang Taruna Desa Bumi Harapan, menanamkan semangat
pelestarian alam di kalangan masyarakat lokal. Dengan mengusung prinsip “low
budget, big impact,” AYS Indonesia membuktikan bahwa partisipasi kecil yang
dilakukan dengan tulus dapat memberikan dampak signifikan bagi komunitas,
sekaligus memperkuat hubungan antara pemuda dan masyarakat di sekitar IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi
tinggi terhadap inisiatif AYS Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengembangan
produk lokal seperti kopi liberika merupakan langkah strategis untuk memperkuat
identitas ekonomi Kaltim. “Kami sangat mendukung upaya AYS Indonesia untuk
mempromosikan produk lokal. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa
pembangunan IKN juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar
Basuki. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan komunitas pemuda seperti AYS
Indonesia dapat menjadi katalis untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang
inklusif dan berkelanjutan di IKN.
Muhammad Abrar Putra Siregar, pendiri AYS Indonesia,
menegaskan bahwa pihaknya siap berkontribusi secara maksimal dalam mendukung
visi IKN. Salah satu strategi mereka adalah memanfaatkan jaringan influencer
media sosial untuk mempromosikan kopi liberika dan produk lokal lainnya. “Kami
ingin memperkenalkan kekayaan Kaltim, termasuk kopi liberika, ke audiens yang
lebih luas melalui platform digital. Dengan memanfaatkan media sosial, kami
berharap dapat meningkatkan daya tarik produk lokal dan mendukung pelaku usaha
kecil di kawasan IKN,” ungkap Abrar. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana
generasi muda memanfaatkan teknologi dan tren modern untuk memperkuat ekonomi
lokal, sekaligus membangun narasi positif tentang IKN.
Kolaborasi antara AYS Indonesia dan Otorita IKN mencerminkan
bahwa pembangunan IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan juga ruang
untuk inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan generasi
muda, IKN memiliki peluang untuk menjadi kota yang tidak hanya modern, tetapi
juga inklusif dan berakar pada nilai-nilai lokal. Keterlibatan pemuda dalam
program seperti ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran
strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional, terutama dalam konteks
transisi ibu kota negara.
Selain itu, inisiatif AYS Indonesia juga menyoroti
pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam pembangunan. Dengan melibatkan
Karang Taruna dan sekolah-sekolah lokal, AYS Indonesia tidak hanya memberikan
manfaat langsung seperti hibah buku atau kegiatan lingkungan, tetapi juga
membangun rasa memiliki terhadap IKN di kalangan masyarakat. Pendekatan ini
penting untuk memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dirasakan oleh elite
atau pelaku usaha besar, tetapi juga oleh masyarakat lokal yang menjadi bagian
integral dari ekosistem IKN.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi
keterlibatan generasi muda di wilayah lain di Indonesia. Dengan memanfaatkan
potensi lokal seperti kopi liberika, generasi muda dapat menciptakan nilai
tambah ekonomi sekaligus mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Selain itu, pendekatan digital yang diterapkan oleh AYS Indonesia, seperti
penggunaan media sosial untuk promosi, dapat menjadi inspirasi bagi komunitas
lain untuk memanfaatkan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah.
Pembangunan IKN, yang diharapkan menjadi pusat pemerintahan
baru pada 2028, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk generasi
muda. Inisiatif seperti yang dilakukan AYS Indonesia menunjukkan bahwa pemuda
tidak hanya menjadi penutup dalam pembangunan, tetapi juga motor penggerak yang
mampu membawa ide-ide segar dan solusi inovatif. Dengan fokus pada pemberdayaan
masyarakat dan penguatan produk lokal, IKN memiliki peluang untuk tumbuh
sebagai kota yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif, berkelanjutan, dan
berakar pada identitas lokal.
Pada akhirnya, keterlibatan generasi muda dalam pembangunan
IKN melalui pemberdayaan dan promosi produk lokal seperti kopi liberika adalah
langkah strategis menuju masa depan yang lebih cerah. Kolaborasi antara AYS
Indonesia, Otorita IKN, dan masyarakat lokal menjadi bukti bahwa pembangunan
berkelanjutan dapat dicapai melalui kerja sama lintas generasi dan sektor.
Dengan semangat ini, IKN tidak hanya akan menjadi ibu kota baru, tetapi juga
simbol harapan bagi Indonesia yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing.







