![]() |
| Ilustrasi AI |
TARAKAN – Dugaan kasus kredit fiktif yang menyeret nama PT
BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) kini tengah menjadi perhatian publik di
Kalimantan Utara. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda
Kaltara sebelumnya melakukan penggeledahan di sejumlah kantor cabang
Bankaltimtara, termasuk di Nunukan dan Tanjung Selor, pada Jumat (15/8/2025).
Menanggapi langkah hukum tersebut, pihak manajemen Bankaltimtara menegaskan
sikap terbuka, kooperatif, dan menjamin layanan perbankan tetap berjalan normal.
Pemimpin Sekretariat Perusahaan Bankaltimtara, Rita
Kurniasih, menjelaskan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang
kini sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh kebutuhan dokumen maupun informasi
yang diminta aparat akan dipenuhi tanpa hambatan. “Kami menghormati langkah
penegakan hukum yang dilakukan aparat dan akan memfasilitasi setiap dokumen
maupun informasi yang dibutuhkan agar proses ini berjalan lancar,” ujarnya,
Sabtu (16/8/2025).
Dugaan Kasus Disebabkan Ulah Oknum
Rita menegaskan, kasus yang mencuat ini tidak bisa dijadikan
cerminan atas sistem manajemen dan tata kelola Bankaltimtara secara
keseluruhan. Menurutnya, dugaan kredit fiktif tersebut adalah akibat dari
tindakan oknum yang menyalahgunakan kewenangan. “Sebagaimana lembaga besar
lainnya, selalu ada kemungkinan adanya tindakan individu yang menyimpang.
Karena itu, kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum agar persoalan ini
menjadi terang dan jelas,” tegasnya.
Ia menambahkan, Bankaltimtara tidak menoleransi segala
bentuk penyimpangan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat. Karena itu,
kasus ini diharapkan bisa segera dituntaskan sehingga tidak menimbulkan
spekulasi yang bisa merugikan pihak-pihak yang tidak terlibat.
Layanan Perbankan Tetap Normal
Di tengah sorotan publik terhadap kasus ini, manajemen
Bankaltimtara memastikan operasional cabang dan layanan perbankan berjalan
normal. Seluruh transaksi, baik melalui teller, mesin ATM, maupun layanan
digital, tidak mengalami gangguan. Rita menegaskan bahwa dana nasabah tetap
aman dan terlindungi. “Operasional dan layanan kepada nasabah tetap berjalan
normal. Seluruh dana nasabah aman dan terlindungi. Kami ingin memastikan bahwa
kenyamanan, keamanan, dan kepercayaan nasabah tetap menjadi prioritas tertinggi
Bankaltimtara,” ucapnya.
Menurut Rita, Bankaltimtara memiliki sistem pengawasan
internal yang berlapis sehingga dana masyarakat tidak terpengaruh meskipun ada
kasus hukum yang menimpa oknum di lingkungan bank. Dengan sistem tersebut,
keamanan nasabah tetap terjaga dan kualitas pelayanan tidak terganggu.
Jaga Kepercayaan Publik
Bankaltimtara menyadari betul bahwa kepercayaan masyarakat
adalah modal utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Karena itu, berbagai
upaya dilakukan untuk menjaga agar reputasi bank tetap baik di mata publik.
Rita menyebut, manajemen tidak ingin kasus ini mengikis kepercayaan yang telah
dibangun selama puluhan tahun. “Kepercayaan nasabah adalah prioritas utama
kami. Kami ingin menegaskan bahwa Bankaltimtara tetap berdiri kokoh, sistem
tetap terjaga, dan kami akan terus menjaga serta meningkatkan kualitas layanan
bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat agar tetap
tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar. Bankaltimtara
berkomitmen memberikan informasi resmi setiap kali ada perkembangan signifikan,
agar tidak ada ruang bagi informasi yang menyesatkan.
Momentum Perkuat Tata Kelola dan Integritas
Meski dihadapkan pada persoalan hukum, manajemen
Bankaltimtara justru memandang kasus ini sebagai momentum untuk memperkuat tata
kelola perusahaan. Transparansi, kepatuhan, dan integritas akan semakin
ditanamkan di seluruh unit kerja. Rita mengakui bahwa setiap lembaga besar
tidak lepas dari potensi adanya penyimpangan individu, tetapi hal itu menjadi
pelajaran berharga untuk memperketat pengawasan internal.
“Bagi kami, kejadian ini adalah pengingat untuk terus
memperkuat budaya kepatuhan dan integritas. Kami ingin memastikan bahwa seluruh
pegawai memahami pentingnya transparansi dan tanggung jawab, sehingga
Bankaltimtara bisa semakin dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Upaya peningkatan tata kelola tersebut antara lain melalui
pelatihan berkelanjutan bagi pegawai, penerapan teknologi informasi untuk
memantau aktivitas perbankan, serta audit internal yang lebih ketat. Dengan
langkah ini, manajemen berharap potensi penyimpangan serupa bisa diminimalkan
di masa depan.
Sebagai bank pembangunan daerah yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bankaltimtara memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah. Bank ini tidak hanya menjadi penyedia layanan perbankan, tetapi juga mitra pemerintah daerah dalam menyalurkan pembiayaan bagi berbagai program pembangunan. Karena itu, stabilitas dan kepercayaan terhadap Bankaltimtara harus terus dijaga.
Rita menyebut, komitmen bank untuk tetap berdiri kokoh
adalah bagian dari tanggung jawab besar tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa
Bankaltimtara tetap dapat menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan
daerah, sekaligus memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat,”
ujarnya.
Pihak Bankaltimtara berharap agar penyelidikan aparat kepolisian berjalan cepat, transparan, dan menghasilkan kepastian hukum yang adil. Dengan demikian, kasus ini bisa segera selesai dan tidak mengganggu fokus bank dalam menjalankan perannya sebagai lembaga keuangan daerah.
Rita menegaskan bahwa Bankaltimtara akan sepenuhnya
mendukung proses hukum hingga tuntas, tanpa ada upaya menghalangi. “Kami
menyerahkan seluruhnya kepada penegak hukum. Prinsip kami jelas, oknum harus
bertanggung jawab secara pribadi, sementara bank akan terus berbenah dan
memperkuat kepercayaan masyarakat,” katanya.
Kasus dugaan kredit fiktif ini memang menjadi ujian bagi Bankaltimtara, tetapi manajemen percaya bahwa dengan langkah-langkah perbaikan yang diambil, kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga. Lebih dari itu, kejadian ini bisa menjadi titik balik bagi Bankaltimtara untuk semakin mempertegas posisinya sebagai bank daerah yang mengutamakan integritas dan profesionalisme.
Dengan sikap kooperatif terhadap penyelidikan, jaminan keamanan dana nasabah, serta komitmen memperkuat tata kelola, Bankaltimtara berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan penuh. Pada akhirnya, kepercayaan publik adalah fondasi utama yang akan menjaga eksistensi bank di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.







