Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terus menggalakkan gerakan gotong royong secara masif di tengah masyarakat untuk membersihkan berbagai fasilitas umum, khususnya saluran air atau drainase. Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya antisipasi dini guna memastikan aliran air tetap lancar dan tidak memicu genangan maupun banjir saat musim penghujan tiba di kawasan tersebut. Kehadiran unsur pemerintah di tengah-tengah masyarakat juga dinilai menjadi kunci penting dalam menyerap aspirasi warga secara langsung.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti bersama warga ini dirancang bukan sekadar agenda seremonial belaka. Lebih dari itu, setiap kegiatan turun ke lapangan harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan riil yang dihadapi oleh masyarakat sehari-hari sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan tanpa hambatan birokrasi yang panjang. Pemerintah daerah memandang bahwa interaksi langsung semacam ini sangat efektif untuk menangkap berbagai kebutuhan mendesak warga yang terkadang belum tersampaikan secara optimal melalui jalur kedinasan formal.
Dalam arahannya kepada jajaran aparatur di tingkat kewilayahan, Bahasan meminta para camat, lurah, serta perangkat daerah terkait untuk tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih saja. Mereka diinstruksikan agar senantiasa memantau secara berkala proses penanganan di lapangan demi memastikan hasil dari gotong royong benar-benar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kebersihan lingkungan. Apabila masih ditemukan kendala atau wilayah yang belum tertangani dengan baik, para petugas diminta untuk segera melaporkannya agar tindakan korektif dapat langsung diambil.
Semangat kebersamaan yang terjalin erat antara pemerintah dan warga setempat diharapkan terus dirawat dengan baik. Kolaborasi yang solid ini menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam merawat infrastruktur skala lingkungan serta menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan secara lebih cepat dan efektif. Ketika pemerintah dan masyarakat bahu-membahu menjaga kebersihan kawasan tempat tinggal mereka, berbagai potensi masalah lingkungan dapat dicegah sejak dini sebelum berubah menjadi bencana yang merugikan warga.
Selain fokus utama pada pembersihan sampah dan sedimentasi di saluran air, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi sarana identifikasi berbagai kerusakan infrastruktur lingkungan. Berdasarkan peninjauan langsung di beberapa titik seperti kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Gang Karya Tani 3, serta Gang Usaha Bersama 1, ditemukan sejumlah fasilitas umum yang membutuhkan perhatian segera dari instansi teknis terkait demi keamanan mobilitas warga.
Salah satu temuan yang mendapat sorotan tajam adalah kondisi jembatan atau gertak penyeberangan yang menjadi akses vital menuju Gang Karya Tani 3. Konstruksi jembatan tersebut dinilai sudah mengalami penurunan kualitas dan memerlukan perbaikan mendesak agar warga dapat kembali melintasinya dengan rasa aman dan nyaman. Mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas harian, kelancaran akses transportasi lokal menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah kota.
Menanggapi temuan tersebut, Bahasan langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui bidang Sumber Daya Alam untuk segera menindaklanjuti perbaikan jembatan menggunakan alokasi dana perawatan rutin. Langkah cepat ini diambil agar proses rehabilitasi infrastruktur tidak perlu menunggu proses penganggaran tahun anggaran berikutnya yang dinilai akan memakan waktu terlalu lama bagi kebutuhan mendesak warga sekitar.
Keberadaan akses jalan dan jembatan yang layak di kawasan permukiman padat penduduk sangat menentukan kelancaran aktivitas sosial maupun situasi darurat. Bahasan menekankan bahwa infrastruktur yang memadai merupakan syarat mutlak agar kendaraan penolong seperti mobil ambulans yang membawa warga sakit dapat masuk ke lingkungan perumahan tanpa hambatan berarti. Hal serupa juga berlaku tatkala terjadi situasi darurat yang tidak terduga seperti musibah kebakaran, di mana jalur evakuasi dan akses pemadam kebakaran harus dipastikan selalu dalam kondisi prima dan mudah dilalui.
Aksi nyata yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Pontianak ini mencerminkan komitmen kuat aparatur daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif. Dengan memadukan partisipasi aktif masyarakat melalui tradisi gotong royong serta intervensi anggaran pemeliharaan yang cepat dari pemerintah, berbagai persoalan infrastruktur skala lingkungan dapat diselesaikan secara efektif. Upaya berkelanjutan ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas genangan air, tetapi juga menjamin keselamatan serta kesejahteraan warga di berbagai sudut kota.






