Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Kondisi jalan rusak di ruas Bedayan–Libau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang sempat viral di media sosial akhir Maret 2026, kini mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar. Meski penanganan utama merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang, Dinas PUPR Kalbar mendorong pendekatan solusi kolaboratif melibatkan perusahaan perkebunan dan pertambangan di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menekankan pentingnya respons cepat agar kondisi jalan tidak semakin memburuk dan berdampak pada mobilitas masyarakat. “Kolaborasi menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh untuk mempercepat penanganan jalan yang rusak berat, khususnya dalam menjaga konektivitas antarwilayah,” ujar Iskandar, seperti dikutip Pontianak Post pada Rabu, 1 April 2026.

Jalan Bedayan di Desa Bedayan SP3, Kecamatan Sepauk, menjadi sorotan publik setelah video sejumlah anak kecil (Generasi Alpha) memprotes kondisi jalan yang rusak parah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, anak-anak dengan polos menyuarakan keluhan atas jalan berlubang dan rusak berat yang menyulitkan akses sehari-hari warga, termasuk untuk pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi viralitas tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyatakan telah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Pemerintah kabupaten mengusulkan perbaikan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), namun realisasi masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Sementara itu, Dinas PUPR Kalbar menegaskan bahwa ruas jalan ini berada di bawah kewenangan Pemkab Sintang sebagai jalan kabupaten.

Meski demikian, Iskandar Zulkarnaen tidak tinggal diam. Dinas PUPR Kalbar mengusulkan kolaborasi dengan perusahaan swasta, khususnya pengusaha perkebunan dan pertambangan yang beroperasi di sekitar Sintang. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai memiliki alat berat yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan perbaikan sementara atau pemeliharaan darurat.

“Dengan pendekatan kolaboratif kepada pihak pengusaha perkebunan/pertambangan yang memiliki alat berat, diharapkan dapat membantu penanganan jalan rusak ini secara lebih cepat,” jelas Iskandar. Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sebelum anggaran resmi dari APBD kabupaten atau program pemerintah pusat tersedia.

Kondisi jalan rusak di Bedayan–Libau memang telah lama dikeluhkan warga. Ruas sepanjang beberapa kilometer ini mengalami kerusakan berat, terutama di titik-titik tertentu yang mencapai puluhan hingga ratusan meter. Warga menyebutkan bahwa kerusakan semakin parah akibat lalu lintas kendaraan berat dari aktivitas perkebunan dan pertambangan, ditambah faktor cuaca hujan yang kerap melanda wilayah Sintang.

Pemprov Kalbar melalui Dinas PUPR terus mendorong sinergi antarpihak, baik dengan Pemkab Sintang maupun pelaku usaha. Pendekatan ini dianggap efektif untuk menangani infrastruktur jalan daerah yang rusak, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan anggaran. Kolaborasi diharapkan tidak hanya memperbaiki jalan secara fisik, tetapi juga menciptakan rasa tanggung jawab bersama antara pemerintah dan sektor swasta terhadap infrastruktur yang mendukung perekonomian daerah.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala sempat meminta maaf atas keluhan warga dan menjanjikan penanganan secepatnya. Koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan, dan respons positif dari beberapa perusahaan mulai bermunculan.

Di sisi lain, warga Bedayan tetap berharap perbaikan segera direalisasikan. Beberapa warga bahkan menyatakan akan terus menyuarakan keluhan melalui media sosial hingga jalan benar-benar diperbaiki. Akses jalan yang baik menjadi krusial bagi masyarakat, terutama untuk transportasi hasil pertanian, akses pendidikan anak-anak, dan mobilitas kesehatan.

Dinas PUPR Kalbar juga mengingatkan bahwa penanganan jalan rusak memerlukan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara. Pemeliharaan rutin dan peningkatan kualitas jalan menjadi penting agar tidak mudah rusak kembali, terutama di daerah dengan intensitas hujan tinggi seperti Kalimantan Barat.

Kasus jalan rusak di Bedayan-Sintang ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah tentang pentingnya prioritas infrastruktur dasar di wilayah terpencil. Meski anggaran terbatas, kreativitas melalui kolaborasi multipihak dapat menjadi terobosan untuk mempercepat pembangunan.

Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen terus mendukung kabupaten/kota dalam penanganan infrastruktur, termasuk melalui advokasi ke pemerintah pusat untuk program-program seperti Inpres Jalan Daerah. Harapannya, melalui sinergi yang kuat, kondisi jalan di Sintang dan seluruh Kalbar dapat semakin membaik, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Dinas PUPR Kalbar dan Pemkab Sintang masih terus berkoordinasi untuk menentukan langkah konkret berikutnya. Warga diharapkan bersabar sejenak sambil memantau perkembangan, sementara solusi kolaboratif dengan perusahaan swasta diupayakan secepat mungkin.

Perbaikan jalan Bedayan tidak hanya soal aspal dan beton, melainkan juga tentang komitmen bersama untuk membangun daerah yang lebih baik. Dengan dorongan kolaboratif dari PUPR Kalbar, diharapkan keluhan warga segera menjadi kenangan, dan akses transportasi di Kecamatan Sepauk semakin lancar.

 

Also Read
Latest News
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
  • Tangani Jalan Rusak di Bedayan-Sintang, PUPR Kalbar Dorong Solusi Kolaboratif dengan Perusahaan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad