Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Dua paket proyek di bidang sumber daya air (SDA) milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat menuai dugaan penyimpangan. Proyek tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2025 dan berlokasi di Kecamatan Sungai Kakap.

Paket pertama adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa DIR Punggur Selat Kering dengan nilai kontrak Rp1,5 miliar, dimenangkan oleh CV. Lima Jaya Bersama. Paket kedua adalah Rehabilitasi Pintu Air Punggur Kapuas senilai Rp1,6 miliar, dimenangkan oleh CV. Nusantara Sakti Teknik.

Dugaan penyimpangan ini mencuat setelah penelusuran lapangan yang dilakukan tim media dan laporan dari warga setempat. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah minimnya papan nama proyek di lokasi. Hanya satu papan nama yang terpasang, yaitu untuk proyek rehabilitasi pintu air. Sementara itu, papan nama untuk proyek irigasi rawa tidak terlihat sama sekali.

Lebih jauh lagi, pekerja di lapangan yang ditemui mengungkapkan bahwa pelaksana kedua proyek tersebut ternyata orang yang sama. Hal ini langsung memunculkan pertanyaan di kalangan warga: apakah salah satu proyek disubkontrakkan padahal dimenangkan oleh dua perusahaan yang berbeda?

Seorang warga yang enggan disebut namanya lengkap, hanya diidentifikasi sebagai SB, menyampaikan temuan langsung kepada media pada 6 April 2026. Menurutnya, pada proyek rehabilitasi jaringan irigasi rawa, ada ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak.

“Bahwa pada proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa DIR Punggur Selat Kering diduga tidak mengerjakan sesuai dengan spek yang tertuang di dalam kontrak, yakni dalam spesifikasi teknis terdapat pengangkutan hasil galian keluar lokasi dengan menggunakan Pick Up JBB 2.500 kg – 2.800 kg jumlah 1 unit dan Dump Truck JBB 7.500 kg – 7.800 kg jumlah 1 unit untuk pembuangan tanah galian sejauh 1 KM sebanyak 1.254,50 M3. Faktanya, hal tersebut tidak dikerjakan,” ungkap SB.

Sementara itu, untuk proyek rehabilitasi pintu air, warga juga menemukan ketidaksesuaian. Spesifikasi teknis mengharuskan pembangunan dua unit pintu air, tetapi di lapangan hanya terbangun satu unit saja.

“Demikian juga halnya dengan Proyek Rehabilitasi Pintu Air Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap, bahwa pada spesifikasi teknis terdapat pembangunan dua unit pintu air, akan tetapi yang terbangun hanya satu unit, sehingga menimbulkan berbagai persepsi liar pada pekerjaan tersebut. Tidak menutup kemungkinan volume pekerjaan juga tidak sesuai dengan perjanjian kontrak,” tambah sumber yang sama.

Temuan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat proyek-proyek infrastruktur SDA seperti irigasi dan pintu air sangat penting untuk mendukung pertanian dan pengendalian banjir di wilayah Sungai Kakap yang rawan genangan.

Hingga berita ini disusun, pihak Dinas PUPR Provinsi Kalbar belum memberikan respons resmi. Konfirmasi telah dikirimkan melalui surat elektronik kepada Kepala Dinas (Kadis) PUPR dan Kepala Bidang SDA pada 6 April 2026, tetapi belum ada jawaban yang diterima.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek APBD. Proyek infrastruktur air seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan daerah dan kualitas pekerjaan.

Warga berharap agar Dinas PUPR segera memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi mengenai pelaksanaan kedua paket proyek tersebut. Jika memang terbukti ada penyimpangan, tentu diperlukan langkah tegas agar dana publik benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Sementara itu, masyarakat di sekitar Sungai Kakap berharap proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai spesifikasi, sehingga irigasi rawa dan pintu air dapat berfungsi optimal untuk mendukung aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari mereka.

Dinas PUPR Kalbar sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait dugaan ini. Publik menanti transparansi dari pemerintah provinsi agar tidak ada spekulasi yang berkembang lebih jauh di masyarakat.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
  • Dua Paket Proyek SDA Dinas PUPR Kalbar Diduga Menyimpang, Warga Soroti Ketidaksesuaian Spesifikasi di Sungai Kakap
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad