![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus menunjukkan
komitmen kuat dalam membangun hubungan erat dengan masyarakat di wilayah
delineasi. Melalui program Safari Ramadhan yang berlangsung dari 3 hingga 16
Maret 2026, OIKN tidak hanya mempererat silaturahmi selama bulan suci, tapi
juga menyerap aspirasi warga secara langsung guna mempercepat pembangunan IKN
yang inklusif dan partisipatif.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat
OIKN, Alimuddin, menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi komitmen utama untuk
mendekatkan pemerintah dengan masyarakat lokal. "Safari Ramadhan
dilaksanakan di empat kecamatan sebagai upaya memperkuat komunikasi sosial,
membangun kebersamaan, serta menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat
selama Ramadhan," ujar Alimuddin di Nusantara pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Program ini mencakup wilayah di Kabupaten Penajam Paser
Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang sebagian besar
masuk dalam delineasi IKN. Kegiatan dirangkai dengan berbagai acara yang
menyentuh aspek spiritual dan sosial, seperti diskusi bersama warga, tausiah
agama, buka puasa bersama, serta shalat Maghrib berjamaah. Momen-momen ini
dimanfaatkan untuk membuka ruang dialog terbuka mengenai perkembangan
pembangunan IKN dan harapan masyarakat setelah wilayah mereka bergabung dalam
kawasan ibu kota baru.
Langkah ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden
(Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menekankan percepatan pembangunan IKN. OIKN
ingin memastikan bahwa proses pembangunan tidak hanya berfokus pada
infrastruktur fisik seperti gedung pemerintahan, jalan tol, dan kawasan hijau,
tetapi juga pada kesejahteraan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan partisipatif, OIKN berupaya mengurangi potensi kesenjangan
dan misinformasi yang sering muncul di tengah perubahan besar seperti ini.
Aspirasi Warga: Layanan Dasar dan Konektivitas Jadi Sorotan Utama
Selama Safari Ramadhan, warga diberi kesempatan menyampaikan
aspirasi mereka secara langsung kepada perwakilan OIKN. Beberapa harapan utama
yang muncul mencakup peningkatan kesejahteraan dan kemajuan wilayah
pasca-delineasi. Secara spesifik, masyarakat menyoroti kebutuhan mendesak akan
layanan dasar yang lebih baik.
Akses air bersih menjadi salah satu isu krusial yang sering
disuarakan, terutama di daerah yang sebelumnya bergantung pada sumber air
tradisional. Selain itu, warga juga meminta peningkatan fasilitas kesehatan,
pendidikan berkualitas, serta akses jalan dan konektivitas transportasi yang
lebih baik untuk mempermudah mobilitas sehari-hari maupun menuju pusat IKN.
Masukan-masukan ini tidak hanya dicatat, tapi juga menjadi
bahan evaluasi bagi OIKN dalam merumuskan rencana pembangunan ke depan.
Pendekatan ini menciptakan transparansi dan rasa memiliki masyarakat terhadap
proyek nasional ini. Warga merasa diperhatikan dan dilibatkan, sehingga potensi
resistensi atau ketidakpuasan bisa diminimalisir sejak dini.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, memberikan apresiasi
tinggi terhadap kegiatan ini. "Terima kasih kepada jajaran Otorita IKN
yang telah mengadakan Safari Ramadhan di Muara Jawa. Kegiatan ini membuat
masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam proses pembangunan yang
berjalan hingga rencana ke depan," ucapnya. Pernyataan ini mencerminkan
respons positif dari tingkat pemerintahan lokal terhadap inisiatif OIKN.
Komitmen OIKN: IKN Maju, Berkeadilan, dan Berbasis Kebersamaan
Alimuddin menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar
kegiatan seremonial, melainkan platform strategis untuk memperkuat komunikasi
sosial. "Program ini dirancang untuk menyerap aspirasi warga secara
langsung, memastikan Pembangunan IKN berlangsung secara inklusif, partisipatif,
dan berlandaskan nilai kebersamaan," katanya.
Visi OIKN adalah menciptakan ibu kota negara yang tidak
hanya modern dengan konsep kota hutan pintar, tapi juga berkeadilan bagi
seluruh elemen masyarakat. Dengan terus membangun kedekatan dan menyerap
aspirasi, OIKN menunjukkan bahwa pembangunan IKN harus memberikan manfaat
maksimal bagi warga lokal, sekaligus mendukung daya saing nasional di masa
depan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas OIKN
dalam menjaga harmoni sosial di tengah percepatan pembangunan. Di wilayah
delineasi yang mencakup sebagian besar Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai
Kartanegara, kehadiran OIKN melalui kegiatan seperti ini membantu membangun
kepercayaan dan rasa aman bagi masyarakat yang wilayahnya mengalami
transformasi signifikan.
Dengan Safari Ramadhan 2026 ini, Otorita IKN membuktikan
bahwa pendekatan humanis dan dialogis menjadi kunci utama dalam mewujudkan IKN
sebagai ibu kota yang inklusif. Langkah ini diharapkan terus berlanjut, tidak
hanya di bulan Ramadhan, tapi sepanjang tahun, demi memastikan pembangunan
berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi seluruh
masyarakat Kalimantan Timur.







