Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

 

Ilustrasi AI

Nunukan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan. Imbauan ini disampaikan menyusul peningkatan suhu udara yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir, yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih luas.

Kasubsi Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir, menyatakan bahwa pihaknya sangat khawatir dengan perilaku membakar lahan yang masih kerap dilakukan sebagian warga. “Kami minta warga untuk tidak membakar saat membersihkan lahan atau kebun, demi mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” tegas Basir pada Senin (30/3/2026).

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Selama dua pekan terakhir, wilayah Nunukan memang dilanda cuaca panas yang cukup menyengat. Kondisi tersebut tidak hanya membuat masyarakat tidak nyaman, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan air bersih.


Cuaca Panas Picu Krisis Air Bersih

Basir menjelaskan bahwa suhu tinggi menyebabkan kapasitas embung PDAM menyusut drastis. Akibatnya, distribusi air bersih kepada pelanggan harus dilakukan secara bergiliran. Situasi ini semakin memperburuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

“Apalagi saat ini sumber air bersih juga mengalami penyusutan, sehingga kita khawatir pengisian bagi armada pemadam akan menjadi kendala ketika kebakaran terjadi,” imbuhnya.

Kekhawatiran BPBD Nunukan semakin meningkat setelah dua kejadian kebakaran lahan yang terjadi dalam waktu singkat pada Kamis (26/3/2026). Kebakaran pertama melanda Jalan Simpang Tiga RT 11, Binalawan, Sebatik Barat. Sedangkan kebakaran kedua terjadi di Jalan Ujang Dewa, Gang Dayak, tepat di belakang Gedung DPRD Nunukan.

“Kami berharap dua peristiwa kebakaran lahan tersebut bisa menjadi warning agar masyarakat lebih bijak dan tidak melakukan pembakaran lahan,” kata Basir.


Personel BPBD Tetap Siaga 24 Jam

Meski demikian, BPBD Nunukan memastikan seluruh personelnya tetap dalam kondisi siaga penuh. Mereka terus memantau titik-titik rawan kebakaran dan siap bergerak cepat apabila dibutuhkan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan terus digencarkan.

“Kita siap bergerak cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan yang dibutuhkan masyarakat. Kita juga tidak pernah lelah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam kesiapsiagaan bencana,” tegas Basir.

Foto dokumentasi BPBD menunjukkan petugas yang tengah berjibaku memadamkan api di lahan-lahan kering, menjadi bukti nyata betapa beratnya tugas yang diemban tim reaksi cepat saat karhutla terjadi.


Mengapa Pembakaran Lahan Masih Menjadi Masalah di Kalimantan?

Tradisi membakar lahan untuk membuka kebun atau membersihkan lahan pertanian memang sudah lama dilakukan sebagian masyarakat di pedalaman Kalimantan. Namun, di tengah perubahan iklim yang semakin terasa, metode ini menjadi sangat berbahaya. Api yang seharusnya terkendali sering kali meluas tak terkendali karena angin kencang dan rumput-rumput kering yang mudah terbakar.

Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga kesehatan masyarakat. Asap tebal yang dihasilkan dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lansia. Di level yang lebih luas, kebakaran besar juga berdampak pada perekonomian daerah, termasuk gangguan transportasi udara dan penurunan produktivitas pertanian.

Pemerintah daerah melalui BPBD Nunukan berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat. Alternatif non-bakar seperti membersihkan lahan secara manual, penggunaan alat berat ringan, atau metode pengomposan limbah organik perlu lebih digalakkan.


Ancaman Karhutla di Kalimantan Utara dan Sekitarnya

Nunukan bukan satu-satunya daerah di Kalimantan yang sedang waspada. Beberapa wilayah tetangga seperti Natuna dan Bengkalis di Riau juga baru saja menghadapi karhutla yang cukup serius. Bahkan beberapa kabupaten terpaksa menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran lahan di musim kemarau tahun 2026 ini cukup tinggi. Faktor utamanya adalah El Nino yang masih berpengaruh ditambah pola cuaca lokal yang ekstrem.

BPBD Nunukan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, Dinas Lingkungan Hidup, dan kelompok tani untuk mencegah meluasnya api. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat titik api atau asap mencurigakan agar bisa ditangani lebih dini.


Pesan Penting untuk Masyarakat Nunukan

Melalui imbauan ini, BPBD Nunukan ingin menyampaikan pesan jelas: menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Satu percikan api dari pembakaran lahan bisa menghancurkan ratusan hektare hutan dan lahan produktif hanya dalam hitungan jam.

Bagi petani dan pekebun, BPBD siap memberikan edukasi dan pendampingan teknis mengenai cara membuka lahan tanpa bakar yang ramah lingkungan. Langkah kecil ini diharapkan dapat mencegah bencana besar di masa mendatang.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk ikut aktif dalam pencegahan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api unggun benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan Nunukan dapat terhindar dari karhutla skala besar seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Cuaca panas memang tidak bisa dicegah, tetapi dampak buruknya dapat diminimalisir melalui kesadaran dan kewaspadaan tinggi.

BPBD Nunukan terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi, bukan masalah. Karena lingkungan yang sehat adalah warisan terbaik yang bisa diberikan kepada generasi mendatang.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
  • BPBD Nunukan Imbau Warga Hindari Bakar Lahan dan Sampah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad