Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan

 

Gibran Rakabuming Raka

IKN – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah memiliki peta jalan (roadmap) yang matang, batas waktu (deadline) yang tegas, serta timeline yang jelas untuk setiap tahapannya. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gibran saat menerima Asta Tuntutan Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) November 2025 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/11/2025).

“IKN sudah ada roadmap-nya, sudah ada deadline-nya, sudah ada timeline-nya,” ujar Gibran dengan tegas di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen pendamping. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan telah dirancang secara sistematis agar pemindahan ibu kota berjalan bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Gibran, membangun sebuah ibu kota baru bukanlah proyek instan yang bisa selesai dalam satu atau dua tahun. Ia menepis anggapan sebagian masyarakat yang mengharapkan IKN langsung ramai seperti Jakarta dalam waktu singkat. “Masa pingin langsung jadi, pingin langsung ramai kayak Jakarta? Ya enggak bisa. Namanya pembangunan itu berkelanjutan. Tidak bisa satu tahun, dua tahun. Satu periode, dua periode presiden, enggak bisa. Berkelanjutan,” tegasnya lagi, sembari menekankan pentingnya kesinambungan antar-pemerintahan.

Pertemuan yang berlangsung hangat selama lebih dari satu jam itu menjadi ajang dialog terbuka antara Wapres termuda dalam sejarah Indonesia dengan generasi muda. Gibran tidak hanya menjawab soal IKN, tetapi juga menampung delapan poin tuntutan mahasiswa Unair yang mencakup isu-isu strategis nasional.

Selain IKN, Gibran juga merespons positif evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan menu, distribusi, dan kualitas gizi agar program ini semakin tepat sasaran. “Kita evaluasi terus, menu-menu makanannya dan lain-lainnya. Ini, ya, anak-anak yang sebelumnya tidak mau datang sekolah, jadi mau datang ke sekolah karena ada MBG. Yang paginya tidak pernah sarapan, dapat makan sekarang,” cerita Gibran dengan bangga.

Ia mencontohkan, banyak siswa di daerah terpencil yang kini rajin ke sekolah hanya karena ada jaminan makan siang bergizi gratis. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa MBG tidak hanya mengatasi stunting, tetapi juga meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Tuntutan mahasiswa yang paling ditekankan Gibran adalah percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. “Terutama nomor satu ini, Pak. Yang nomor satu harus diperjuangkan bareng,” kata Gibran sambil mengacungkan jempol kepada para mahasiswa. Ia berjanji akan terus mendorong DPR RI agar RUU ini segera disahkan sebagai senjata ampuh pemberantasan korupsi.

Poin-poin lain yang dibahas meliputi perluasan akses internet gratis untuk pendidikan, penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran, penguatan literasi digital di kalangan pelajar, regulasi kecerdasan buatan (AI) yang berkeadilan, hingga reformasi penegak hukum yang lebih transparan dan akuntabel. Gibran menyatakan bahwa setiap masukan akan ditindaklanjuti secara konstruktif oleh kementerian dan lembaga terkait.

Di akhir pertemuan, Gibran secara resmi menerima Asta Tuntutan Mahasiswa Unair November 2025. “Asta tuntutan mahasiswa Unair November 2025 saya terima,” ucapnya sambil tersenyum, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Salah satu dosen pendamping, Novri Susan, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Wapres menerima langsung aspirasi mahasiswa. “Diterima dan kita perjuangkan bersama, ya, Pak,” ujar Novri dengan penuh harap.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan saat ini terbuka terhadap kritik dan masukan dari generasi muda. Gibran menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang harus terus didengar suaranya.

Terkait IKN, Gibran kembali menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini tidak akan terhenti meski berganti presiden atau periode pemerintahan. Roadmap yang telah disusun mencakup tahap 2025-2029, 2030-2035, hingga visi jangka panjang 2045. Setiap tahap memiliki target yang terukur, mulai dari infrastruktur dasar, kawasan inti pemerintahan, hingga pengembangan kota pintar berbasis hutan tropis.

“Kita tidak boleh berpikir pendek. IKN ini warisan untuk anak-cucu kita. Makanya harus berkelanjutan, harus ada deadline yang jelas, dan harus ada komitmen lintas generasi,” tutur Gibran.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengawasi jalannya pembangunan IKN. “Kalau ada yang salah, kritik. Kalau ada yang bagus, dukung. Tapi jangan cuma nyanyi di media sosial doang. Datang ke sini, kita dialog, kita perbaiki bersama,” pesan Gibran yang langsung disambut tawa dan applaus para mahasiswa.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis siang itu menjadi simbol keterbukaan pemerintahan terhadap aspirasi anak muda. Gibran yang hadir dengan kemeja putih lengan digulung tampak santai namun serius menanggapi setiap poin. Beberapa mahasiswa bahkan sempat berfoto bersama dan meminta tanda tangan di astanya.

Dengan diterimanya delapan poin tuntutan secara resmi, mahasiswa Unair pulang dengan membawa harapan baru. Mereka percaya bahwa suara mereka benar-benar didengar di tingkat tertinggi pemerintahan.

Sementara itu, Gibran menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia. “Pintu Istana Wapres selalu terbuka untuk kalian. Jangan sungkan datang, sampaikan apa yang kalian rasakan di lapangan,” tutupnya.

Pertemuan ini sekaligus menjadi jawaban tegas bagi publik yang masih meragukan keseriusan pemerintah terhadap IKN dan program-program strategis lainnya. Dengan roadmap, timeline, dan deadline yang jelas, Gibran memastikan bahwa IKN bukan sekadar wacana, melainkan proyek nyata yang akan terus berjalan lintas periode demi Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

 

Also Read
Latest News
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
  • Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Punya Roadmap, Timeline, dan Deadline Jelas: Proses Berkelanjutan Lintas Pemerintahan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad