Palangka Raya - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pemulihan ekosistem hutan kembali ditunjukkan oleh sektor swasta di Kalimantan Tengah. PT SKS Listrik Kalimantan secara resmi memperkuat komitmen hijaunya melalui peluncuran Program Aksi Konservasi dan Restorasi yang disingkat AKAR. Langkah nyata ini dilangsungkan secara langsung di kawasan Taman Hutan Raya Lapak Jaru, Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan yang diadakan pada awal pekan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan yang dikemas secara komprehensif dalam payung Program NURANI PT SKS Listrik Kalimantan.
Pelaksanaan program lingkungan ini juga bertepatan dengan momentum penting nasional, yaitu dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional. Melalui momentum tersebut, perusahaan berupaya menyatukan visi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk menjaga keasrian hutan tropis Kalimantan yang kian menghadapi tantangan ekologis. Kehadiran Program AKAR menjadi angin segar bagi upaya pemulihan ekosistem hutan di hulu sungai, yang memiliki fungsi vital sebagai wilayah tangkapan air dan pengendali banjir bagi kawasan di sekitarnya. Sinergi ini diharapkan mampu menekan laju degradasi lahan secara signifikan di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Head of CSR PT SKS Listrik Kalimantan, Miranda Puspita Ramadhani, menjelaskan bahwa inisiatif lingkungan ini dirancang untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan komunitas lokal. Menurutnya, konsep konservasi yang ideal tidak boleh berhenti pada penanaman bibit pohon saja. Hal terpenting yang perlu diupayakan secara konsisten adalah membangun kesadaran kolektif dari dalam diri setiap individu masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan aktif masyarakat sekitar kawasan hutan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang.
Aksi penyelamatan lingkungan di Tahura Lapak Jaru ini melibatkan tidak kurang dari 170 peserta aktif yang turun langsung ke lapangan. Para relawan ini merupakan gabungan dari karyawan internal PT SKS Listrik Kalimantan, jajaran pengelola unit pelaksana teknis Tahura Lapak Jaru, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas. Sinergitas multi-pihak ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan lingkungan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja guna memastikan proses penanaman bibit pohon berjalan efektif serta ramah terhadap struktur tanah setempat.
Taman Hutan Raya Lapak Jaru sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan iklim mikro. Kawasan hutan ini menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, baik dari segi flora maupun fauna endemik khas daratan Kalimantan. Melalui Program AKAR, area-area yang mengalami degradasi di dalam kawasan Tahura secara bertahap ditanami kembali dengan jenis tanaman pelindung serta tanaman buah hutan. Hal ini dirancang untuk mengembalikan fungsi hidrologis hutan sekaligus menyediakan sumber pakan alami bagi satwa liar yang hidup di dalamnya.
Jauh sebelum Program AKAR diinisiasi, PT SKS Listrik Kalimantan sebenarnya telah memiliki rekam jejak yang panjang dalam berbagai program pelestarian alam di wilayah operasionalnya. Perusahaan sebelumnya sukses menjalankan program lingkungan bertajuk Satu Pohon Sejuta Kehidupan. Program terdahulu itu juga dilaksanakan dengan menggandeng erat Dinas Lingkungan Hidup setempat serta pengelola Tahura Lapak Jaru. Fokus utamanya kala itu adalah melakukan penanaman bibit pohon endemik bernilai tinggi seperti ulin, meranti, dan kahoi, yang saat ini keberadaannya mulai langka akibat aktivitas eksploitasi hutan di masa lampau.
Tidak hanya melakukan penanaman fisik secara berkala, kolaborasi lingkungan tersebut juga mencakup kegiatan identifikasi dan inventarisasi berbagai jenis flora lokal. Pendekatan ilmiah ini dinilai sangat krusial agar proses restorasi hutan tidak dilakukan secara acak. Dengan mengetahui jenis tanaman yang paling cocok dengan karakteristik tanah setempat, tingkat keberhasilan tumbuh bibit pohon yang ditanam akan jauh lebih tinggi. Langkah terukur ini membuktikan bahwa perusahaan menerapkan standar operasional yang matang dalam mengeksekusi setiap program tanggung jawab sosial kemasyarakatannya.
Sebagai salah satu pelaku industri penyedia energi di wilayah Kalimantan Tengah, PT SKS Listrik Kalimantan menyadari betul pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam sekitar. Operasional penyediaan energi yang andal harus diimbangi dengan investasi lingkungan yang setara demi menekan emisi karbon. Melalui komitmen restorasi hijau ini, perusahaan berupaya memberikan kontribusi positif terhadap mitigasi perubahan iklim global, sejalan dengan target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.
Lebih lanjut, Program AKAR juga menitikberatkan pada aspek edukasi lingkungan secara persuasif kepada kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan konservasi. Masyarakat diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda saat musim kemarau tiba. Ketika masyarakat memahami nilai ekologi dan ekonomi dari hutan yang lestari, mereka secara otomatis akan menjadi garda terdepan dalam melindungi kawasan Tahura Lapak Jaru dari aktivitas ilegal seperti pembalakan liar.
Melalui integrasi aspek perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik, langkah nyata yang ditunjukkan oleh PT SKS Listrik Kalimantan di Kabupaten Gunung Mas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sektor industri lainnya di Kalimantan Tengah. Pelestarian hutan tropis bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kerja bersama seluruh elemen bangsa demi kelangsungan hidup bumi yang lebih baik. Program AKAR menjadi simbol optimisme baru bahwa kemajuan industri modern dan kelestarian alam Kalimantan dapat berjalan beriringan tanpa harus saling meniadakan.







