Pontianak - PT Perusahaan Listrik Negara Persero Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Pontianak mengambil langkah nyata dalam menjamin keandalan suplai energi listrik. Dukungan ketenagalistrikan ini diarahkan secara khusus untuk menunjang kelancaran operasional fasilitas pengolahan air bersih milik PT Karya Teknik Khatulistiwa. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan kawasan sekitarnya yang kerap menghadapi krisis air, terutama ketika musim kemarau melanda.
Fasilitas pengolahan air tersebut mengandalkan teknologi Reverse Osmosis yang membutuhkan pasokan daya listrik stabil dan terukur agar dapat menyaring serta memurnikan air baku secara maksimal. Mesin filtrasi modern ini memiliki kapasitas pengolahan yang sanggup menghasilkan sekitar 180 ton air bersih setiap harinya. Tanpa pasokan listrik yang prima, kinerja membran penyaring bertekanan tinggi pada sistem pemurnian tersebut rentan terganggu sehingga pasokan air untuk warga bisa terhambat sewaktu-waktu.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menjelaskan bahwa penguatan sistem kelistrikan di lokasi pengolahan air bersih tersebut merupakan perwujudan komitmen korporasi dalam memberikan pelayanan yang berdampak sosial secara luas. Menurutnya, peranan energi listrik pada era modern bukan sekadar menyalakan lampu penerangan atau menggerakkan perkakas rumah tangga, melainkan menjadi fondasi vital bagi sektor-sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Maria menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dibangun bersama para pelanggan industri maupun pemangku kepentingan daerah. Langkah pemantauan rutin ini mencakup pemeriksaan aspek teknis, standar keselamatan ketenagalistrikan, hingga mitigasi gangguan jaringan distribusi. Melalui langkah integratif ini, sistem kelistrikan berdaya 197 kilovolt ampere yang telah tersambung di fasilitas pengolahan air dapat beroperasi dengan aman tanpa mengalami fluktuasi tegangan yang berisiko merusak komponen mesin sensitif.
Secara geografis, wilayah Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak memiliki bentang alam yang didominasi oleh dataran rendah dan kawasan lahan gambut. Sebagian besar sumber air permukaan di daerah ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi serta warna kecokelatan khas air gambut. Saat musim kemarau tiba, intensitas curah hujan yang menurun drastis kerap memicu penurunan debit air sungai serta memperparah fenomena intrusi air laut ke muara dan badan sungai utama.
Kondisi tersebut menyebabkan air baku menjadi payau dan tidak layak untuk dikonsumsi langsung tanpa melalui proses desalinasi atau pemurnian mutakhir. Kehadiran instalasi berbasis membran penyaring menjadi solusi teknis yang sangat diandalkan pemerintah daerah dalam mencukupi kebutuhan sanitasi dan air minum warganya. Namun demikian, proses pengolahan air berbasis teknologi membran membutuhkan tekanan pompa hidrolik yang konsisten, yang sepenuhnya bergantung pada kesinambungan aliran listrik tanpa jeda pemadaman.
Manager Teknik PT Karya Teknik Khatulistiwa, Jalal, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat dan kesiapan jajaran teknisi PLN dalam memfasilitasi kebutuhan daya di area instalasi pengolahan. Ia mengakui bahwa kepastian pasokan listrik menjadi pilar utama dalam menjaga ritme produksi harian agar tidak mengalami stagnasi. Dengan suplai listrik yang stabil, perusahaan dapat memastikan target pengolahan 180 ton air bersih setiap hari berjalan konsisten demi mengisi tangki-tangki penampungan dan armada distribusi air bersih untuk permukiman warga.
Jalal menambahkan bahwa kelancaran produksi ini juga mempermudah pemenuhan komitmen kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam melayani titik-titik rawan krisis air. Menurutnya, pemanfaatan energi listrik berkapasitas 197 kVA tersebut telah melalui uji beban dan sinkronisasi sistem kelistrikan secara cermat. Sinergi operasional yang solid ini diharapkan mampu mengikis kekhawatiran warga terhadap potensi kekurangan air bersih yang sering kali menjadi persoalan menahun di kawasan pesisir dan dataran rendah Kalimantan Barat.
Pada kesempatan terpisah, Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi konkret yang ditunjukkan oleh PLN dan pihak pengelola sarana pengolahan air. Sujiwo menuturkan bahwa kerja sama lintas sektor merupakan kunci utama dalam mengatasi persoalan kekeringan lokal. Di tengah ancaman musim kemarau yang sering kali dibarengi potensi kebakaran hutan dan lahan gambut, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda pemenuhannya bagi ribuan kepala keluarga.
Bupati menegaskan bahwa percepatan penyambungan daya listrik untuk operasional pompa penyedot dan unit pemurnian air menjadi jawaban nyata atas keluhan warga di lapangan. Air bersih yang diproduksi secara higienis ini nantinya disalurkan langsung melalui jaringan perpipaan terbatas serta bantuan mobil tangki air ke desa-desa yang sumur gali atau tampungan air hujannya telah mengering. Keberhasilan penyediaan air bersih ini diyakini mampu menjaga ketahanan kesehatan lingkungan masyarakat dari ancaman penyakit kulit dan diare yang kerap timbul selama masa kekeringan.
Langkah proaktif PLN UID Kalimantan Barat ini sekaligus mencerminkan transformasi layanan energi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar. Melalui keandalan jaringan transmisi dan kesiapsiagaan petugas teknis di lapangan, PLN Pontianak bertekad terus mengawal setiap program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pasokan listrik yang kokoh dan berkelanjutan ini menjadi modal berharga bagi daerah dalam menciptakan ketahanan sumber daya air di tengah dinamika perubahan iklim tropis yang penuh tantangan.







