Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca

Ilustrasi AI

Pontianak - Ancaman krisis kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di wilayah Provinsi Kalimantan Barat kini memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan. Bencana kabut asap yang menyelimuti sejumlah kabupaten dan kota perlahan mulai menebal dan mengganggu aktivitas harian masyarakat. Menyikapi kondisi darurat lingkungan yang semakin eskalatif ini, tokoh masyarakat sekaligus mantan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, angkat bicara dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis tingkat tinggi. Ia secara tegas mengusulkan penerapan operasi teknologi modifikasi cuaca atau pembuatan hujan buatan sebagai solusi paling rasional dan cepat untuk mencegah dampak bencana kabut asap yang jauh lebih parah di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan satelit cuaca yang beroperasi di atas langit Kalimantan, kemunculan titik panas atau hotspot terpantau mengalami lonjakan yang sangat drastis dalam beberapa pekan terakhir. Sebaran titik api ini merata di berbagai kabupaten rawan bencana, mulai dari Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Mempawah, hingga kawasan Sintang dan Kapuas Hulu. Mayoritas lahan yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut kering yang sangat sulit dipadamkan hanya dengan mengandalkan semprotan air dari tim darat. Karakteristik api pada lahan gambut yang menjalar di bawah permukaan tanah membuat proses pemadaman konvensional seringkali tidak efektif. Api bisa saja terlihat padam di permukaan, namun bara masih terus menyala di kedalaman bergambut dan siap berkobar kembali saat tertiup angin kencang.

Melihat kompleksitas penanganan di lapangan tersebut, usulan Ria Norsan mengenai rekayasa cuaca dinilai sangat relevan dan mendesak untuk segera dieksekusi oleh instansi berwenang. Menurutnya, mengandalkan operasi darat semata sama halnya dengan berpacu melawan waktu yang mustahil dimenangkan mengingat luasnya hamparan wilayah yang terbakar. Operasi udara melalui helikopter pengebom air atau water bombing memang sudah dilakukan oleh satuan tugas, namun jangkauannya tetap memiliki keterbatasan kapasitas volume air. Oleh karena itu, penyemaian garam pada awan potensial guna memicu hujan buatan dianggap sebagai langkah paling komprehensif. Guyuran hujan dalam intensitas tinggi tidak hanya akan memadamkan titik api di permukaan, tetapi juga meresap jauh ke dalam lapisan gambut untuk mematikan bara api secara tuntas.

Penerapan hujan buatan ini tentunya memerlukan sinergi lintas instansi yang solid, melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta dukungan armada udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Saat ini merupakan jendela waktu yang paling krusial karena gumpalan awan hujan jenis cumulus yang menjadi syarat utama keberhasilan penyemaian garam masih sesekali terbentuk di langit Kalimantan Barat. Jika pemerintah terlambat mengambil keputusan dan wilayah tersebut benar-benar memasuki puncak musim kemarau ekstrem di mana awan sama sekali menghilang, maka operasi rekayasa cuaca jenis apapun dipastikan akan gagal total. Oleh sebab itu, akselerasi birokrasi dari tingkat daerah menuju pusat mutlak diperlukan agar pesawat penyemai awan dapat segera mengudara.

Ancaman memburuknya kabut asap tidak hanya menyoal kerusakan ekologi, tetapi telah menyentuh aspek krusial kehidupan warga, yakni kesehatan dan perputaran ekonomi. Di berbagai fasilitas layanan kesehatan utama di Kota Pontianak dan sekitarnya, grafik kunjungan pasien yang mengeluhkan penderitaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut mulai menunjukkan tren kenaikan yang tidak bisa disepelekan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan warga lanjut usia menjadi korban pertama yang paling menderita akibat kualitas udara beracun ini. Di sektor ekonomi dan transportasi, ketebalan asap pada pagi hari telah berulang kali mengganggu jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Supadio. Jarak pandang yang minim memaksa sejumlah maskapai menunda pendaratan hingga membatalkan jadwal terbang yang berujung pada kerugian finansial.

Apresiasi setinggi-tingginya patut disematkan kepada personel Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di garis depan. Tim gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, TNI, Polri, serta sukarelawan pemadam swasta tak henti bertarung menembus pekatnya asap. Namun, kegigihan tim darat sering dihadapkan pada realitas mengeringnya sumber air di lokasi kebakaran. Parit dan kanal yang menjadi andalan kini menyusut drastis. Keadaan inilah yang memperkuat alasan mengapa intervensi hujan buatan menjadi bala bantuan paling krusial bagi para prajurit pemadam di lapangan.

Selain penanganan kedaruratan, ketegasan penegakan hukum pasca bencana harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah dan aparat berwajib. Investigasi mendalam mutlak dilakukan untuk mengusut dalang di balik maraknya titik api. Sanksi pidana tegas hingga pencabutan izin konsesi harus dijatuhkan kepada pihak korporasi nakal maupun individu yang terbukti sengaja membakar demi menekan biaya pembukaan lahan. Lebih dari itu, program restorasi hidrologis lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal permanen wajib digalakkan kembali. Hal ini sangat penting untuk menjamin kelembapan ekosistem lahan basah agar tidak mudah terbakar pada musim kemarau.

Kini, nasib warga Kalimantan Barat sangat bergantung pada respons pemerintah pusat dalam merealisasikan operasi hujan buatan tersebut. Keselamatan masyarakat dan hak menghirup udara bersih tak boleh dikompromikan oleh lambatnya birokrasi. Tragedi kelam kabut asap yang pernah melumpuhkan denyut ekonomi daerah ini di masa lampau harus menjadi pelajaran berharga. Melalui mitigasi modifikasi cuaca yang tepat sasaran, diharapkan langit Kalimantan Barat dapat segera bersih dari kepungan asap. Dengan demikian, roda kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang ancaman infeksi pernapasan mematikan.

 


Also Read
Latest News
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
  • Bencana Karhutla Kalimantan Barat Makin Meluas Ria Norsan Desak Segera Dilakukan Modifikasi Cuaca
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad