Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut

 

Ilustrasi AI

Banjarmasin - Musim kemarau yang mulai menyelimuti sebagian besar wilayah Pulau Borneo kembali memunculkan momok tahunan yang selalu meresahkan masyarakat luas. Kondisi cuaca yang kian terik dipadukan dengan intensitas curah hujan yang menurun sangat drastis telah memicu menyusutnya cadangan air permukaan secara signifikan. Dampak paling nyata dan berisiko tinggi dari fenomena pergantian musim ini adalah mulai mengeringnya ribuan hektare hamparan lahan gambut di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Situasi ekologis kritis tersebut secara otomatis meningkatkan eskalasi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan ke tingkat yang amat mengkhawatirkan. Lahan gambut yang dalam kondisi normal berfungsi sempurna sebagai spons raksasa penyimpan air, kini perlahan berubah wujud menjadi hamparan bahan bakar alamiah yang sangat rentan dan amat mudah tersulut oleh percikan api sekecil apa pun.

Karakteristik unik dari ekosistem tanah gambut menjadikannya sebagai medan bencana yang teramat kompleks apabila musibah kebakaran benar-benar terjadi melanda kawasan tersebut. Ketika kandungan air di dalam struktur tanah menyusut tajam, material organik sisa pelapukan dedaunan dan ranting pohon yang telah menumpuk selama ribuan tahun di bawah permukaan akan berubah wujud menjadi bongkahan arang yang teramat kering. Berbeda jauh dengan insiden kebakaran di area lahan mineral biasa yang pergerakan apinya menjalar cepat di atas permukaan tanah, kebakaran di hamparan lahan gambut justru menjalar secara senyap dan mematikan di bawah permukaan bumi. Bara api dapat bertahan menyala selama berbulan-bulan tanpa terlihat wujud lidah apinya, merayap liar membakar struktur penyangga tanah dari dalam, dan secara konstan menghasilkan kepulan asap putih pekat yang sangat beracun. Kondisi penyebaran api bawah tanah inilah yang selalu membuat proses operasi pemadaman di wilayah gambut membutuhkan alokasi waktu berlipat ganda lebih lama, menguras tenaga ekstra petugas, serta menelan biaya logistik operasional yang luar biasa membengkak.

Menyikapi peningkatan potensi kerawanan yang amat serius di depan mata, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama unsur instansi keamanan terkait di Provinsi Kalimantan Selatan tidak tinggal diam dan segera merapatkan barisan formasi. Status kesiapsiagaan darurat bencana perlahan mulai ditingkatkan guna merespons dan mengantisipasi skenario terburuk yang sangat mungkin terjadi dalam hitungan beberapa pekan ke depan. Langkah mitigasi dini mulai dieksekusi secara terstruktur melalui intensifikasi kegiatan patroli darat terpadu yang memadukan kekuatan satuan tugas dari unsur kepolisian, prajurit militer, petugas polisi kehutanan, hingga elemen relawan akar rumput Masyarakat Peduli Api. Rute penyisiran patroli ini difokuskan secara khusus pada daerah-daerah pinggiran yang secara catatan historis senantiasa memiliki rekam jejak kerawanan tinggi, seperti hamparan rawa gambut di kawasan Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, wilayah Hulu Sungai Selatan, dan hamparan lahan di Kabupaten Tapin.

Selain mengandalkan taktik pengerahan pasukan patroli fisik secara masif di lapangan, langkah esensial lain yang kini tengah dikebut oleh pemerintah daerah setempat adalah optimalisasi infrastruktur penunjang pembasahan lahan gambut. Berbagai infrastruktur hidrologis penahan air seperti sekat kanal buatan dan embung penampungan yang telah dibangun sejak tahun-tahun sebelumnya kini kembali diperiksa ketat kelayakannya dan difungsikan secara paripurna. Pembuatan sistem sekat kanal ini bertujuan strategis untuk mengunci laju aliran air agar tidak cepat terbuang sia-sia ke muara sungai, sehingga persentase tingkat kelembapan di bawah lapisan gambut tetap terjaga di ambang batas aman meskipun cuaca tidak meneteskan hujan. Pada lini pertahanan udara, otoritas kebencanaan provinsi juga telah bersiap menyiagakan skema operasi taktis melalui opsi pengerahan armada helikopter khusus pengebom air. Dukungan operasi via jalur udara ini disiapkan sebagai manuver langkah pamungkas apabila kelak terdeteksi titik panas pada lokasi perbatasan hutan perawan yang mustahil ditembus oleh roda armada kendaraan pemadam kebakaran darat.

Ancaman bencana musiman yang bersumber dari lahan gambut kering ini jelas tidak boleh sekadar dipandang sebelah mata karena potensi sebaran dampak destruktifnya merambah langsung merusak tatanan ekonomi dan derajat kesehatan publik. Apabila tragedi kabut asap pekat kembali menginvasi dan menyelimuti wilayah udara daratan Kalimantan Selatan, maka ratusan ribu warga sipil akan dihadapkan langsung pada ancaman fatal paparan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Aktivitas perekonomian daerah, kelancaran mobilitas transportasi logistik jalur darat, kelancaran lalu lintas pelayaran sungai, hingga ketepatan jadwal penerbangan komersial di bandar udara dipastikan akan mengalami kelumpuhan akibat jarak pandang visual yang anjlok drastis. Oleh karena alasan krusial tersebut, segenap jajaran aparatur penegak hukum dan pemerintah daerah terus menerus mengimbau secara persuasif kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun kelompok tani mandiri agar mutlak meninggalkan metode tradisional tebas bakar ketika hendak melakukan proses pembersihan lahan. Penegakan sanksi pidana yang tegas tanpa ruang kompromi bagi siapa pun yang sengaja memicu kebakaran lahan harus senantiasa ditegakkan demi melindungi hak asasi jutaan warga untuk dapat bernapas menghirup udara yang bersih dan sehat.

 

Also Read
Latest News
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
  • Ancaman Bencana Kebakaran Hutan Kalimantan Selatan Mengintai di Balik Mengeringnya Lahan Gambut
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad