Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet

 

Ilustrasi AI

Palangka Raya – Penurunan alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat berdampak langsung pada pembangunan di tingkat desa di Kalimantan Tengah. Salah satu contohnya terjadi di Desa Hiang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan. Warga setempat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur dasar dan layanan publik selama kegiatan reses yang digelar anggota DPRD Provinsi Kalteng.

Faridawaty Darland Atjeh, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi NasDem, menggelar reses perseorangan di rumah kepala desa setempat pada awal April 2026. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat secara langsung menyampaikan keluhan dan usulan prioritas mereka akibat berkurangnya anggaran desa.

Faridawaty menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sangat berpengaruh terhadap realisasi pembangunan di desa-desa. “Efisiensi anggaran dari pusat sangat berpengaruh, sehingga banyak pembangunan infrastruktur yang belum bisa direalisasikan atau diselesaikan saat ini,” ujarnya.

Menurut Faridawaty, Dana Desa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1 miliar per desa kini mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar Rp250 juta. Kondisi ini memaksa pemerintah desa mengalihkan sebagian anggaran dari pembangunan infrastruktur ke sektor kesehatan. Akibatnya, sejumlah proyek fisik yang direncanakan terpaksa tertunda atau tidak dapat dilanjutkan sesuai harapan warga.


Beragam Usulan Infrastruktur dari Warga

Selama reses, warga Desa Hiang Bana menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat ditindaklanjuti. Usulan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari infrastruktur dasar hingga peningkatan layanan publik.

Di antaranya adalah penimbunan area pemakaman yang rawan banjir, penyediaan air bersih bagi masyarakat, serta rehabilitasi rumah ibadah lintas agama. Warga juga meminta penerangan jalan umum yang lebih memadai, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di beberapa titik, serta pembangunan jembatan yang saat ini masih menggunakan bahan kayu.

Selain itu, mereka mengusulkan pembuatan gorong-gorong sebagai penghubung antarwilayah, pemasangan tiang listrik permanen di sejumlah RT, serta penyediaan jaringan internet atau WiFi untuk mendukung akses informasi dan komunikasi. Usulan lain meliputi pengadaan sarana pendukung kegiatan keagamaan seperti sound system dan tenda.

Warga juga menyoroti masalah data kemiskinan yang perlu diperbarui. Masih ditemukan data warga yang telah meninggal dunia tetapi tetap tercatat sebagai penerima manfaat program bantuan. Hal ini dianggap perlu diperbaiki agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan akurat.

Faridawaty menyatakan bahwa semua aspirasi tersebut akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD Provinsi Kalteng. “Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan ini akan kami catat dan perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata. “Kami berharap apa yang menjadi kebutuhan prioritas warga bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” tambah Faridawaty yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem dan Ketua DPW Partai NasDem Kalteng.


Dampak Penurunan Dana Desa terhadap Pembangunan Desa

Penurunan Dana Desa ini menjadi perhatian banyak pihak di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, alokasi yang lebih besar memungkinkan desa-desa melaksanakan berbagai program fisik dan pemberdayaan masyarakat dengan lebih leluasa. Dengan anggaran yang menyusut, prioritas sering kali bergeser ke kebutuhan mendesak seperti kesehatan, sementara infrastruktur jangka panjang seperti jalan, jembatan, dan konektivitas digital terpaksa menunggu.

Di Desa Hiang Bana, kondisi geografis yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Katingan membuat kebutuhan akan infrastruktur dasar semakin terasa. Akses jalan yang baik, air bersih, listrik yang stabil, dan koneksi internet menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga serta mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran internet misalnya, tidak hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga membuka peluang akses pendidikan, informasi pasar, dan layanan pemerintahan secara daring. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dan nasional dalam memperluas konektivitas digital ke wilayah-wilayah blank spot.

Faridawaty berjanji akan membawa aspirasi warga ke forum yang lebih tinggi agar dapat diintegrasikan dalam perencanaan anggaran mendatang. Pendekatan bertahap diharapkan dapat mengatasi keterbatasan anggaran sambil tetap memprioritaskan kebutuhan paling mendesak masyarakat.

Bagi warga Desa Hiang Bana, reses ini menjadi wadah penting untuk menyuarakan harapan mereka. Mereka berharap usulan-usulan tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga mendapatkan respons konkret dari pemerintah daerah dan pusat.

Pembangunan desa yang berkelanjutan memerlukan komitmen bersama. Dengan mendengar langsung suara masyarakat seperti yang dilakukan Faridawaty, diharapkan program-program pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga di pelosok Kalimantan Tengah.

Desa Hiang Bana hanyalah satu dari banyak desa di Kalteng yang menghadapi tantangan serupa akibat penyesuaian anggaran nasional. Aspirasi warga ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan dasar tetap menjadi prioritas utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.

 

Also Read
Latest News
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
  • Dana Desa di Desa Hiang Bana Katingan Menyusut Drastis, Warga Usulkan Berbagai Infrastruktur hingga Akses Internet
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad