Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN

 

Ilustrasi AI

IKN — PT Wijaya Karya (WIKA) mencatat kemajuan signifikan dalam pengerjaan proyek Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku, yang dirancang untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga awal Februari 2026, progres pekerjaan telah mencapai 86%, menunjukkan kemajuan konstruksi yang pesat dalam infrastruktur air pendukung IKN.

Proyek ini menjadi salah satu bagian kunci dalam penyediaan kebutuhan air minum dan konsumsi masyarakat serta pengguna fasilitas pemerintahan di ibu kota baru Indonesia. Sistem ini terintegrasi dengan Instalasi Pengolahan Air yang berada di Sepaku, Kalimantan Timur, dan diproyeksikan menjadi tulang punggung suplai air bersih bagi kawasan inti IKN dan sekitarnya.


Peran Strategis Jaringan IPA Sepaku dalam Penyediaan Air IKN

Pembangunan jaringan interkoneksi IPA Sepaku merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur dasar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan air baku dan air layak konsumsi pada wilayah IKN yang tengah dipercepat. Infrastruktur ini tidak hanya meliputi pembangunan instalasi pengolahan air, tetapi juga jaringan pipa distribusi yang menghubungkan sumber air baku ke kawasan inti pemerintahan baru.

Menurut data yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), area Sepaku menjadi sentra utama suplai air baku melalui Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku. Bendungan ini dirancang untuk menghasilkan sekitar 2.500 liter air per detik, dengan alokasi 2.000 liter per detik khusus untuk kebutuhan IKN dan sisanya untuk wilayah Balikpapan. Selain itu, sistem intake dirancang mampu menyediakan hingga 3.000 liter per detik air baku yang kemudian dialirkan ke sistem IPA dan jaringan distribusi.

Sisitem jaringan interkoneksi yang dipasang melibatkan pipa berdiameter besar dengan panjang puluhan kilometer untuk menjamin kontinuitas pasokan air dari sumber ke instalasi pengolahan, dan lalu ke konsumen akhir. Rancangan ini juga termasuk jaringan distribusi umum yang akan memastikan penyediaan air bersih ke fasilitas pemerintahan, area publik, dan permukiman.


WIKA dan Kemajuan Pembangunan Infrastruktur Dasar IKN

Sebagai kontraktor utama dalam pengembangan proyek ini, WIKA menempati posisi strategis dalam pelaksanaan jaringan interkoneksi IPA Sepaku. Perusahaan konstruksi pelat merah ini bertanggung jawab dalam pembangunan sejumlah struktur sipil, instalasi sistem pipa, serta koordinasi teknis lapangan untuk memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Pencapaian progres 86% merupakan indikasi bahwa proyek telah memasuki fase akhir pekerjaan konstruksi, terutama pada penyelesaian jaringan pipa utama dan instalasi pendukungnya. Langkah ini penting untuk memastikan pasokan air baku bisa diproses oleh IPA dan kemudian dialirkan ke daerah-daerah yang telah terencana dalam tata ruang IKN.

Proyek ini juga menjadi bagian dari keseluruhan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pendukung IKN, seiring dengan percepatan penyelesaian area inti pemerintahan (Central Government Core Area / KIPP) dan fasilitas umum lain seperti jaringan listrik, sanitasi, serta transportasi.


PUPR dan Sistem SPAM Sepaku

Secara terpisah, Kementerian PUPR juga telah menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku yang memanfaatkan intake dari Sungai Sepaku untuk memenuhi kebutuhan air minum di kawasan IKN. SPAM ini dirancang untuk memproses air mentah melalui rangkaian instalasi seperti aerasi, filtrasi, koagulasi, serta unit pengolahan lanjutan termasuk Ozone dan Granular Activated Carbon (GAC), demi menghasilkan air layak minum.

Instalasi air minum ini dilengkapi dengan sistem pengendalian otomatis melalui teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), yang dapat memantau kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air bersih yang didistribusikan. Jaringan pipa utama yang terhubung sepanjang 16 kilometer saat ini juga menunjukkan progres fisik yang mencapai sekitar 86,7%, mirip dengan laporan WIKA.

Sistem SPAM Sepaku direncanakan akan melayani berbagai fasilitas pemerintahan di kawasan KIPP, termasuk Istana Presiden, Gedung Kementerian, Aparatur Sipil Negara (ASN) Flat, hingga fasilitas publik seperti rumah sakit dan hotel yang dibangun di IKN.


Dampak Proyek terhadap Ketahanan Air IKN

Keberhasilan pembangunan jaringan interkoneksi IPA Sepaku diharapkan mampu mendukung ketahanan air di wilayah IKN, terutama di fase awal operasional ibu kota baru. Ketersediaan air bersih yang terjamin menjadi salah satu aspek krusial dalam kehidupan masyarakat, aktivitas pemerintahan, hingga pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan ini.

Tanpa sistem distribusi air yang andal, pembangunan kawasan pemerintahan dan permukiman di IKN akan menghadapi tantangan signifikan terkait kebutuhan dasar yang sangat vital. Oleh karena itu, pencapaian progres tinggi dalam proyek ini menjadi indikator bahwa IKN semakin siap untuk menyambut fungsinya sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.


Peran Infrastruktur Dasar dalam Pembangunan IKN

Proyek jaringan interkoneksi IPA Sepaku bukanlah satu-satunya infrastruktur dasar yang tengah dibangun di IKN. Pemerintah telah melanjutkan pengerjaan sejumlah proyek penting lainnya, seperti pembangunan gedung pemerintahan, jalan utama, fasilitas pendidikan, serta fasilitas keagamaan dan budaya. Beberapa laporan terbaru juga menunjukkan bahwa pembangunan fisik Istana Wakil Presiden telah mencapai 100%, sementara fasilitas lain seperti Masjid Negara juga berada pada fase akhir pengerjaan.

Upaya pembangunan infrastruktur dasar ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyediakan layanan publik berkualitas tinggi sejak fase awal penggunaan ibu kota baru. Sistem air minum, jaringan sanitasi, dan utilitas dasar lainnya akan menjadi fondasi penting dalam menjamin kualitas hidup masyarakat serta efektivitas pemerintahan di lokasi baru.


Kontribusi WIKA dalam Infrastruktur Nasional

Keterlibatan WIKA dalam proyek strategis nasional tidak hanya terbatas pada jaringan air untuk IKN. Perusahaan ini juga aktif menangani berbagai proyek besar lain di Indonesia, seperti pembangunan jalan tol, fasilitas publik, dan infrastruktur energi. Partisipasi WIKA menjadi bagian dari kontribusi sektor konstruksi nasional dalam memperkuat konektivitas dan daya saing negara di berbagai sektor.

Peran serta perusahaan BUMN seperti WIKA dalam proyek besar seperti ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan badan usaha milik negara untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga strategis secara sosial dan ekonomi bagi bangsa.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
  • WIKA Catat 86% Progres Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku untuk Kebutuhan Air IKN
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad